MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Cabang Lhokseumawe melakukan sosialisasi penyesuaian tarif layanan kepelabuhanan sebesar 15 persen yang mencakup jasa pandu, jasa tunda, dan layanan terminal di lingkungan Pelabuhan Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PT Pelindo Regional 1 Cabang Lhokseumawe dan dihadiri jajaran manajemen Pelindo, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Lhokseumawe, agen kapal, serta sejumlah pengguna jasa dan mitra strategis perusahaan.
Penyesuaian tarif tersebut mengacu pada Surat Menteri Perhubungan Nomor AL.302/1/2/MHB/2026 tanggal 8 Oktober 2026 tentang Arahan dan Pertimbangan Usulan Penyesuaian Tarif Jasa Kepelabuhanan di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan kebijakan penyesuaian tarif telah melalui kajian yang matang dan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kualitas pelayanan kepelabuhanan.
“Penyesuaian tarif sebesar 15 persen untuk layanan pandu, tunda, dan terminal ini merupakan langkah strategis yang mengacu pada arahan Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini penting untuk menjaga standar pelayanan, memastikan keandalan alur pelayaran, serta memenuhi kebutuhan pengguna jasa di tengah perkembangan industri logistik yang semakin kompetitif,” ujar Aulia.
Menurutnya, penyesuaian tarif tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung investasi infrastruktur, peningkatan standar keselamatan, serta modernisasi fasilitas pelabuhan.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe yang diwakili Staf Lalu Lintas Laut, Maulid Adni, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan badan usaha pelabuhan dengan kemampuan dunia usaha.
“KSOP akan terus melakukan pengawasan agar kebijakan ini berjalan seiring dengan peningkatan aspek keselamatan, keamanan pelayaran, serta kelancaran arus barang yang transparan dan akuntabel di wilayah kerja Pelabuhan Lhokseumawe,” katanya.
Deputy Branch Manager Operasi dan Teknik PT Pelindo Regional 1 Cabang Lhokseumawe, Taufik Rahmat Nasution, menambahkan bahwa penyesuaian tarif akan diikuti dengan peningkatan kualitas operasional melalui penguatan fasilitas, sumber daya manusia, dan transformasi digital layanan.
“Kenaikan tarif ini akan kami konversikan melalui peningkatan dukungan infrastruktur, kesiapan tenaga kerja yang profesional, serta percepatan digitalisasi layanan. Tujuannya untuk mendukung kelancaran operasional, efisiensi waktu tambat kapal, dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah mitra perusahaan, di antaranya PT Pupuk Iskandar Muda, PT Solusi Bangun Andalas, PT Yoga Wibawa Mandiri, PT Sarana Aceh Utama Lhokseumawe, dan PT Kharisma Inti Mitra Indonesia.
Melalui sinergi antara Pelindo, regulator, agen pelayaran, serta para pelaku industri, penyesuaian tarif ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Pelabuhan Lhokseumawe sebagai salah satu simpul logistik dan pusat pertumbuhan ekonomi maritim di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya. (Muntazar)







