Home / BERANDA / BERITA / BUDAYA / HUKUM / NASIONAL / SOSIAL

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Sekretariat Kabinet Unggah Video 500 Ribu Warga Sambut HUT RI, Tuai Kritik di Tengah Demo ‘Prabowo Bedebah’ dan Bencana NTT

MEDIALITERASI.ID |  JAKARTA — Video aksi mahasiswa yang meneriakkan “Prabowo bedebah” di kawasan Bundaran HI dibalas Sekretariat Kabinet dengan unggahan menampilkan 500 ribu warga dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Konten tersebut memicu perdebatan publik terkait etika komunikasi akun resmi pemerintah di tengah kritik politik dan bencana.

Aksi mahasiswa merupakan bagian dari gerakan #MerebutKemerdekaan. Dalam orasinya, salah satu mahasiswa menyebut Presiden Prabowo sebagai presiden yang gagal dan melontarkan kritik keras terhadap pemerintahannya.

Tak lama setelah aksi itu viral, akun Sekretariat Kabinet mengunggah video dengan thumbnail bertuliskan:

“IRONI DEMO ‘PRABOWO BEDEBAH’ — 500 RIBU WARGA MENYAPA PAK PRESIDEN.”

Dinilai Pertentangkan Demo dengan Perayaan HUT RI

Unggahan tersebut langsung menuai sorotan warganet. Sejumlah pihak menilai narasi “ironi” terkesan mempertentangkan aksi kritik mahasiswa dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam perayaan HUT RI.

Baca Juga  Lembaga ANTARTIKA Mendukung Penuh Pemberantasan dan Penangkapan Para Koruptor di Indonesia

Padahal, rangkaian kegiatan kemerdekaan memang melibatkan banyak masyarakat. Kehadiran ratusan ribu warga dalam acara kenegaraan tidak otomatis dapat dimaknai sebagai dukungan politik kepada Presiden.

“Akun resmi pemerintah seharusnya menjadi ruang informasi yang netral. Jangan sampai terkesan membandingkan kritik dengan euforia perayaan,” tulis salah satu warganet di media sosial.

Muncul di Tengah Bencana Gempa NTT dan Karhutla

Sorotan semakin menguat karena unggahan itu muncul ketika Indonesia tengah menghadapi sejumlah bencana. Gempa bumi di NTT dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan masih menjadi perhatian publik.

Hingga saat ini, Presiden Prabowo belum meninjau langsung lokasi terdampak gempa NTT. Istana menyebut rencana kunjungan masih dipertimbangkan. Sementara itu, penanganan di lapangan tetap berjalan melalui jajaran pemerintah dan aparat terkait.

Baca Juga  Pj Bupati Aceh Utara Terima Penghargaan Tinggi dari Mendikbud Nadiem Makarim. 

Kondisi ini membuat publik mempertanyakan prioritas komunikasi pemerintah. Banyak yang menilai fokus seharusnya lebih diarahkan pada penanganan bencana, bukan merespons aksi demonstrasi.

Debat Soal Komunikasi Pemerintah

Perdebatan yang muncul akhirnya meluas. Bukan hanya soal demo mahasiswa atau perayaan HUT RI, tetapi juga tentang bagaimana akun resmi pemerintah seharusnya berkomunikasi ketika kritik politik dan persoalan bencana sama-sama menjadi perhatian.

Sekretariat Kabinet hingga kini belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait maksud dan konteks unggahan tersebut.

Video aksi mahasiswa di Bundaran HI dan video 500 ribu warga di HUT RI menjadi dua narasi berbeda yang kini dipertemukan di ruang publik. Di tengah situasi itu, publik menanti komunikasi pemerintah yang dinilai lebih empatik dan solutif.(*)

Share :

Baca Juga

BERITA

Konflik Lahan Berlarut, Petani Laoli Mengetuk Pintu Kedatuan Luwu

BERANDA

Oknum Pimpinan Unsoed Diduga Peras Ortu Calon Mahasiswa, KPK Tetapkan 6 Tersangka dalam OTT Rp1,12 Miliar

ACEH

Petani Aceh Timur Soroti Program PSR: Pertanyakan Transparansi RAB dan Pengelolaan Dana Hibah Rp60 Juta/Hektare

BERANDA

Buronan DPO Narkoba Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur

ACEH

Jemput Dana ke Kemenkes, Bupati Al-Farlaky Amankan Rp46,7 Miliar untuk Pulihkan RS di Aceh Timur

ACEH

Bupati Al-Farlaky Temui Menteri Fadli Zon, Dorong Monisa Peureulak Jadi Kawasan Sejarah Nasional

BERITA

Dari Membaca ke Menulis: Pelajar Aceh Utara Diasah Jadi Pengulas Buku yang Kritis

ACEH

Aceh Timur Raih Predikat “Istimewa” Indeks Reformasi Hukum 2026 dengan Skor 92,6