MEDIALITERASI.ID | LHOKSUKON – Lebih dari 100 pelajar mengikuti Pelatihan Resensi Buku Tingkat SMP/MTs yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Rabu (19/8/2026).
Peserta berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe serta perwakilan SMP/MTs lainnya. Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam membaca secara kritis, memahami isi buku, menilai sebuah karya, serta menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.
Pemateri pelatihan, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., Ph.D., memberikan pembekalan mengenai teknik menyusun resensi secara sistematis, objektif, menarik, dan mudah dipahami.
Materi yang diberikan mencakup identitas buku, pemahaman isi dan gagasan utama, penyusunan ringkasan, analisis kelebihan dan kekurangan buku, serta penyampaian penilaian secara argumentatif.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan penulisan resensi secara langsung dengan pendampingan. Melalui praktik tersebut, peserta diarahkan menerapkan teknik yang telah dipelajari sekaligus mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat berdasarkan isi buku.
Tidak Sekadar Merangkum Isi Buku
Juni Ahyar mengatakan, salah satu kesalahan yang sering ditemukan dalam tulisan pelajar adalah resensi yang hanya berisi rangkuman isi buku.
“Kesalahan yang paling umum adalah siswa terlalu fokus merangkum isi buku, tetapi belum memberikan penilaian yang disertai alasan. Resensi tidak berhenti pada pertanyaan buku ini bercerita tentang apa, tetapi juga apa yang menarik, apa yang kurang, dan mengapa kita memberikan penilaian tersebut,” kata Juni.
Menurut dia, penilaian dalam resensi perlu didukung alasan dan bukti dari buku yang dibaca agar kritik yang disampaikan tidak sekadar menjadi pendapat subjektif.
“Yang paling penting dalam tahap ini bukan kesempurnaan tulisan, tetapi keberanian siswa untuk membaca, berpikir, kemudian menuliskan hasil pemikirannya,” ujarnya.
Juni menilai peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti praktik. Peserta mulai mampu mengidentifikasi unsur buku, menemukan kelebihan dan kekurangan, serta menyampaikan penilaian dengan bahasa mereka sendiri.
Kepala Bidang Pelayanan Publik dan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Sri Fujianti, S.Sos., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
“Melalui pelatihan resensi, kami berharap siswa tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga mampu mengapresiasi dan mengkritisi karya tulis secara bijak,” kata Sri Fujianti.
Menurut Sri, kemampuan menulis resensi dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan pendapat sekaligus membangun kebiasaan membaca secara lebih teliti dan kritis.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan membaca dan menulis serta menghasilkan karya literasi di lingkungan sekolah.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pelajar tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami, menilai, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab melalui tulisan. (EQ)







