Gempa terbesar tahun ini picu ribuan gempa susulan. 3 Polda kerahkan personel bantu evakuasi
MEDIALITERASI.ID | KUPANG — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, menjadi salah satu gempa terbesar di dunia sepanjang tahun ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di lepas pantai Pulau Flores, NTT, tepatnya di koordinat 8,31 LS – 121,35 BT, dengan kedalaman 10 km. Gempa dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores dengan mekanisme thrust.
Timbulkan Tsunami dan Ratusan Korban
Guncangan berkekuatan MMI VIII atau “Parah” itu memicu tsunami dengan ketinggian mencapai 1,61 meter.
Hingga 15 Agustus 2026, data sementara menyebut setidaknya 70 orang tewas dan 1.182 orang luka-luka. Angka korban kemudian bertambah 2 orang pada 17 Agustus.
Wilayah terdampak meliputi Flores, Sumbawa, dan Sulawesi Selatan. BMKG juga mencatat telah terjadi lebih dari 2.119 gempa susulan, dengan 70 di antaranya terasa. Gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 6,1.
Penanganan Darurat Dikerahkan
Mabes Polri mengerahkan personel gabungan dari 3 Polda untuk membantu evakuasi korban dan penanganan dampak gempa di NTT. Personel juga membantu membersihkan puing dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
BNPB melalui Pusdalops BPBD setempat terus melakukan monitoring dampak di lapangan dan memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Basarnas, serta relawan.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta memeriksa kelayakan bangunan sebelum kembali masuk rumah dan mengikuti informasi resmi melalui kanal @infoBMKG.
Sebelumnya, pada 2 Agustus 2026 juga tercatat gempa awal magnitudo 4,6 di wilayah yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak di NTT.(*)







