Home / ACEH / BERANDA / BERITA

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Bupati Al-Farlaky: Isi Pembangunan Aceh dengan Damai, Perkuat Kewenangan Kekhususan

Disampaikan dalam pidato peringatan di Madat.

Medialiterasi.id | Madat – Dua puluh satu tahun perdamaian Aceh bukan sekadar angka dalam perjalanan sejarah. Di baliknya terdapat proses panjang, air mata, pengorbanan dan harapan masyarakat Aceh untuk hidup dalam suasana aman dan membangun masa depan.

Pesan itu disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., saat menghadiri peringatan HUT Perdamaian Aceh ke-21 di Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Peringatan tersebut dirangkai dengan doa bersama serta santunan kepada ratusan anak yatim di Kecamatan Madat. Kegiatan juga berlangsung semarak dengan pertunjukan seni dan budaya Aceh.

Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky mengajak masyarakat untuk terus menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan dengan proses panjang.

Menurutnya, perdamaian Aceh tidak lahir dengan mudah. Karena itu, berbagai persoalan yang masih tersisa harus diselesaikan melalui jalan damai dan mekanisme yang ada, bukan kembali menggunakan kekerasan.

“Bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang masih ada? Apakah melalui kekerasan? Tidak. Kita sudah lama didera konflik, dan dampaknya dirasakan di seluruh sektor kehidupan masyarakat,” ujar Al-Farlaky.

Ia mengatakan, masih terdapat sejumlah poin dalam perjalanan perdamaian Aceh yang belum sepenuhnya ditunaikan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat Aceh.

Baca Juga  Unjuk Rasa Aparatur Desa Tuntut Upah yang Belum terbayar dan TPP ASN di Aceh Timur Tertunda: LAKI Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran

Namun, kata dia, penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan proses dan kesabaran.

“Proses damai ini tidak mudah terwujud. Pembangunan juga tidak bisa dilakukan secepat kilat. Karena itu harus ada evaluasi, harus ada upaya bersama untuk menyelesaikan apa yang masih menjadi pekerjaan kita,” katanya.

Al-Farlaky juga menegaskan komitmennya untuk memperhatikan masyarakat yang hingga kini belum tersentuh pembangunan, khususnya warga yang menjadi korban konflik.

Ia meminta jajaran PA dan KPA untuk terus memantau kondisi masyarakat di pelosok sehingga persoalan yang masih dihadapi warga dapat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.

“Kalau ada rumah warga korban konflik yang belum tersentuh pembangunan, sampaikan kepada saya. Insyaallah akan kita bantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,” tegasnya.

Selain itu, Bupati mengajak masyarakat Aceh Timur untuk mendukung berbagai upaya memperkuat kewenangan dan kepentingan Aceh, termasuk proses revisi UUPA guna memperkuat kewenangan Aceh dan kontiusitas dana otsus.

Menurutnya, perjuangan tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan dalam suasana yang tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan Tahap Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2024

“Kita tidak boleh lagi bertengkar sesama kita. Kita harus kompak, saling mendukung dan bersama-sama mengisi pembangunan Aceh,” ajaknya.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia yang terus menjaga tradisi memperingati hari perdamaian Aceh.

Menurut Al-Farlaky, momentum peringatan perdamaian tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hari damai harus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah panjang perjalanan Aceh menuju perdamaian.

“Generasi Aceh harus tahu sejarah. Jangan sampai mereka lupa bagaimana proses perdamaian ini lahir. Ini penting agar generasi kita memahami nilai perdamaian dan menjaganya,” katanya.

Al-Farlaky kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perdamaian sebagai fondasi dalam membangun Aceh.

“Isi pembangunan dengan damai. Perang itu sangat mahal, tetapi lebih mahal lagi merawat perdamaian ini,” tukasnya.

Peringatan HUT Perdamaian Aceh ke-21 di Gampong Bintah turut diisi dengan berbagai pertunjukan seni yang mengangkat khazanah budaya Aceh.

Panitia menghadirkan seniman Aceh, termasuk pelantun lagu Mie Goreng, Abubakar AR dan Armawati AR. Ratusan warga juga ikut menyaksikan penampilan Rapai Debus yang menjadi salah satu kesenian khas Aceh. (***)

Share :

Baca Juga

BERITA

Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 412 Butir Tramadol dan Hexymer

BERITA

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri Terima Penghargaan Haornas 2026

ACEH

Pisah Sambut Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi kepada AKBP Aris Cai Dwi Susanto

BERITA

Isu Perceraian Mualem dan Bunda Salma Dibantah, Disebut Tidak Benar

BERITA

Ketua Sinode Baptis Papua: OAP Berasal dari Ras Melanesia dan Memiliki Identitas Budaya Papua

ACEH

Mualem Percepat Penataan HGU dan Lahan Reintegrasi, BRA Diberi Waktu Sepekan

BERITA

Polda Metro Jaya Siagakan 17.800 Personel Amankan Laga Persija–Persib di GBK

BERITA

Jaga Iklim Usaha, Kapolri Perintahkan Jajaran Tindak Pungli dan Premanisme