MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky bertemu Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon untuk membahas pengembangan kawasan Monisa di Peureulak. Dalam pertemuan itu, Bupati juga mengundang Fadli Zon hadir langsung pada Seminar Monisa yang direncanakan digelar November 2026 di Aceh Timur.
Audiensi berlangsung di Ruang Mataram, Gedung E Lantai 2 Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Monisa, Jejak Awal Islam di Asia Tenggara
Bupati Al-Farlaky menegaskan Pemkab Aceh Timur berkomitmen menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai sejarah di kawasan Monisa.
Menurutnya, Monisa memiliki peran penting dalam menggambarkan jejak awal perkembangan peradaban Islam di Asia Tenggara. Karena itu, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan lintas pihak, termasuk pemerintah pusat.
“Kita ingin sejarah Peureulak ini tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat, dikembangkan dan dikenalkan secara lebih luas kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Al-Farlaky.
Ia menyampaikan sejumlah harapan terkait dukungan Kementerian Kebudayaan agar Monisa bisa menjadi bagian penting penguatan kebudayaan dan sejarah Aceh Timur.
Undang Menteri Jadi Pemateri Seminar Monisa
Selain membahas pengembangan kawasan, Bupati Al-Farlaky juga secara resmi mengundang Menteri Fadli Zon ke Aceh Timur.
“Kami mengundang Bapak Menteri untuk hadir ke Aceh Timur, membuka kegiatan sekaligus menjadi pemateri pada Seminar Monisa di Peureulak pada November nanti. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah Peureulak secara lebih luas,” kata Al-Farlaky.
Seminar Monisa direncanakan menjadi forum ilmiah untuk mengangkat kembali sejarah dan nilai penting Monisa serta Peureulak sebagai salah satu pusat awal Islam di Nusantara.
Dukungan Lintas Sektor
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani, serta Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan Keanu Trisulo.
Dari pihak Aceh Timur, Bupati didampingi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Gerindra T.A. Khalid, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Rijalul Fikri, serta Direktur UPTD RSUD dr. Zubir Mahmud Idi dr. Edi Gunawan.
Bupati menegaskan Pemkab Aceh Timur akan terus mendorong agar warisan sejarah Peureulak mendapat perhatian lebih besar, baik dari sisi pelestarian, pengembangan kawasan, maupun pengenalan ke publik.
“Upaya ini kita harapkan dapat menjadikan Monisa bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan kebudayaan yang mampu memperkuat identitas sejarah Aceh Timur sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Al-Farlaky.(*)







