Pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong ketika mencoba membuka blokade aparat keamanan saat berunjuk rasa di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Polisi minta pendekatan humanis, rekayasa lalu lintas bersifat situasional di Bundaran HI dan Monas
MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Sebanyak 31 aksi penyampaian pendapat digelar di sejumlah titik di Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Untuk mengamankan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menurunkan 9.242 personel gabungan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, aksi tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Selain aksi unjuk rasa, kepolisian juga mengamankan 16 kegiatan masyarakat lainnya, termasuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian, hari ini ada 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
9.242 Personel Gabungan Disiagakan
Kekuatan pengamanan terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel Bantuan Kendali Operasi atau BKO Mabes Polri.
“Kami juga sudah mempersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Budi.
Budi mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan aksi sesuai prosedur. Menurutnya, kehadiran aparat bertujuan memberikan rasa aman selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Polres Jakpus: Mahasiswa Bukan Lawan
Fokus pengamanan terbesar ada di Jakarta Pusat. Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 6.962 personel untuk mengawal aksi di Bundaran HI dan kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Silang Monas.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis, sabar, dan terukur.
“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold, seperti dikutip Antara.
Reynold menegaskan seluruh tindakan harus satu komando dan sesuai prosedur. Ia juga memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api selama pengamanan.
Kapolres juga mengingatkan potensi penyusupan pihak lain. “Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat disiagakan di titik-titik rawan, termasuk Bundaran HI dan Patung Kuda.
Budi menyebut rekayasa lalu lintas tidak diterapkan secara permanen, melainkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Saya jamin rekayasa lalu lintas sifatnya situasional. Apabila terjadi kepadatan arus, kita akan melakukan pengalihan ataupun rekayasa lalu lintas secara situasional,” kata Budi.
Ia mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan Jakarta Pusat, khususnya Bundaran HI, Merdeka Selatan, dan Monas, untuk mengikuti arahan petugas. Informasi pembaruan lalu lintas juga akan disampaikan melalui media sosial, televisi, dan media online.
“Termasuk aspirasi penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Budi.(*)







