MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Komando Militer Pusat Iran mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah utara Israel untuk segera mengungsi. Peringatan itu disampaikan sebagai respons atas perintah evakuasi yang sebelumnya dikeluarkan militer Israel terhadap warga di Dahiyeh, Beirut Selatan, Lebanon.
Peringatan tersebut disiarkan melalui kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA, pada Senin 29 September 2025. Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa seruan evakuasi itu merupakan langkah balasan langsung terhadap tindakan Israel.
“Ini adalah respons terhadap perintah pemindahan paksa yang dikeluarkan militer Israel di wilayah Dahiyeh, Lebanon,” demikian pernyataan komando tersebut seperti dikutip IRNA.
Iran menegaskan, setiap serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut akan dibalas dengan serangan. Perintah kepada warga Israel utara untuk meninggalkan rumah disampaikan sebagai bagian dari peringatan dini tersebut.
Eskalasi ini bermula dari unggahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di platform X. Netanyahu menyatakan tidak akan memberi ruang aman bagi Hizbullah dan memerintahkan pasukannya untuk memperdalam operasi militer di Lebanon selatan. Ia juga menyebut markas Hizbullah di Dahiyeh sebagai target sah.
“Israel tidak akan menerima serangan dari Hizbullah sementara markas mereka di Dahiyeh, Beirut, tetap aman,” tulis Netanyahu.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyampaikan pernyataan melalui X. Araghchi memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa setiap perjanjian gencatan senjata harus berlaku menyeluruh, termasuk di Lebanon.
Menurutnya, pelanggaran di satu wilayah akan membatalkan seluruh kesepakatan gencatan senjata. Ia juga menegaskan bahwa AS dan Israel akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari eskalasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Uni Eropa ikut mendesak agar Israel menahan diri. Juru bicara UE Anouar El Anouni meminta Israel menghormati kedaulatan wilayah Lebanon dan segera menghentikan operasi militer yang dapat memperburuk situasi.
Dengan saling balas peringatan antara Teheran dan Tel Aviv, situasi di Timur Tengah kini berada pada titik rawan. Warga di Israel utara dan Lebanon selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi serangan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat peningkatan tensi di kedua wilayah tersebut.(AYD)







