Kapal kontainer bersauh di Selat Hormuz, lepas pantai Bandar Abbas, Iran, 2 Mei 2026. (Sumber: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)
Medialiterasi.id | Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan udara Amerika Serikat pada Kamis 28/5/2026 pukul 04.50 waktu Teheran. Serangan itu disebut sebagai balasan langsung atas agresi militer AS yang menargetkan pinggiran Bandara Bandar Abbas beberapa jam sebelumnya.
IRGC menyatakan pangkalan udara yang menjadi sumber serangan AS sudah menjadi sasaran. Pernyataan itu disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran IRIB dan dikutip kantor berita AFP. Namun IRGC tidak merinci lokasi pangkalan yang diserang.
Kritik tajam mengarah ke Washington karena serangan awal AS memicu rantai eskalasi baru di kawasan Teluk. Alih-alih meredakan ketegangan, aksi militer AS justru dibalas Iran dalam waktu kurang dari 24 jam. Ini memperlihatkan risiko strategi tekanan militer AS yang berulang kali berujung pada siklus serangan balasan.
Dampaknya langsung terasa di negara tetangga. Otoritas Kuwait, sekutu utama AS, melaporkan sistem pertahanan udaranya aktif menghadapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi waktu setempat. Militer Kuwait menulis di X: “Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh.”
Eskalasi tidak berhenti di udara. Otoritas Teheran melaporkan Angkatan Laut IRGC menembakkan tembakan peringatan ke empat kapal yang melintas Selat Hormuz tanpa koordinasi. CNN Internasional mengutip media afiliasi pemerintah Iran yang menyebut kapal-kapal itu dipaksa berbalik arah setelah mengabaikan peringatan.
Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menambahkan, salah satu kapal yang ditembak adalah “kapal tanker minyak Amerika”. Insiden ini mempertegas bahwa jalur pelayaran vital dunia kini berada di garis depan konflik AS-Iran.
Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum merilis pernyataan resmi terkait lokasi pangkalan yang diserang maupun korban. Serangan saling balas ini menambah daftar panjang kegagalan diplomasi AS dalam menstabilkan Teluk Persia. (AYD)







