Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / POLITIK

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

Serangan Balasan Iran Guncang Pangkalan AS, Kritik Mengarah ke Eskalasi Washington di Teluk

Kapal kontainer bersauh di Selat Hormuz, lepas pantai Bandar Abbas, Iran, 2 Mei 2026. (Sumber: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Medialiterasi.id | Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan udara Amerika Serikat pada Kamis 28/5/2026 pukul 04.50 waktu Teheran. Serangan itu disebut sebagai balasan langsung atas agresi militer AS yang menargetkan pinggiran Bandara Bandar Abbas beberapa jam sebelumnya.

IRGC menyatakan pangkalan udara yang menjadi sumber serangan AS sudah menjadi sasaran. Pernyataan itu disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran IRIB dan dikutip kantor berita AFP. Namun IRGC tidak merinci lokasi pangkalan yang diserang.

Kritik tajam mengarah ke Washington karena serangan awal AS memicu rantai eskalasi baru di kawasan Teluk. Alih-alih meredakan ketegangan, aksi militer AS justru dibalas Iran dalam waktu kurang dari 24 jam. Ini memperlihatkan risiko strategi tekanan militer AS yang berulang kali berujung pada siklus serangan balasan.

Baca Juga  Sinergitas Media, Kanwil Kemenagsu Terima Kunjungan DPW IMO Indonesia Sumatera Utara

Dampaknya langsung terasa di negara tetangga. Otoritas Kuwait, sekutu utama AS, melaporkan sistem pertahanan udaranya aktif menghadapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi waktu setempat. Militer Kuwait menulis di X: “Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh.”

Eskalasi tidak berhenti di udara. Otoritas Teheran melaporkan Angkatan Laut IRGC menembakkan tembakan peringatan ke empat kapal yang melintas Selat Hormuz tanpa koordinasi. CNN Internasional mengutip media afiliasi pemerintah Iran yang menyebut kapal-kapal itu dipaksa berbalik arah setelah mengabaikan peringatan.

Baca Juga  Pemadaman Listrik di Aceh: Apakah Pemda Aceh Telah Melakukan Kewajibannya?

Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menambahkan, salah satu kapal yang ditembak adalah “kapal tanker minyak Amerika”. Insiden ini mempertegas bahwa jalur pelayaran vital dunia kini berada di garis depan konflik AS-Iran.

Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum merilis pernyataan resmi terkait lokasi pangkalan yang diserang maupun korban. Serangan saling balas ini menambah daftar panjang kegagalan diplomasi AS dalam menstabilkan Teluk Persia. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERITA

Presiden Prabowo Hadiri 100 Tahun Gontor, Tekankan Pendidikan, Kemandirian Pangan, dan Kedaulatan Maritim

BERITA

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Matangkan Konsolidasi Politik Menuju 2029

BERANDA

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp106 Miliar OTT ATR/BPN ke Muktamar NU ke-35, Nama Nusron Wahid Terseret

MANACANEGARA

Drone Houthi Sasar Makkah, Serangan Terbesar ke Arab Saudi Sejak 2022 Pecah di 4 Kota

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

BERITA

Polisi Amankan Pria yang Diduga Aniaya Perempuan di Senayan City

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global