Home / BERITA / SOSIAL

Senin, 30 Maret 2026 - 19:03 WIB

Aceh Darurat Moral, Syech Wan Desak Kebijakan Strategis Pulihkan Karakter Generasi Muda

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH Sekretaris Sekretariat Bersama (Sekber) Aceh, Irwan Syahputra atau yang akrab disapa Syech Wan, mendesak Pemerintah Aceh segera merumuskan kebijakan strategis untuk memulihkan moral generasi muda. Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap degradasi akhlak serta maraknya pengaruh negatif di ruang publik dan media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Syech Wan dalam pertemuan dengan Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag., M.H., di Banda Aceh, Senin (30/3/2026). Dalam pertemuan itu, ia menyoroti dua persoalan utama yang dinilai mengancam masyarakat Aceh, yakni penyebaran aliran menyimpang dan menurunnya adab generasi muda.

“Kita tidak boleh lagi hanya berwacana. Aceh membutuhkan langkah konkret untuk mengembalikan jati diri masyarakat muslim yang kaffah. Identitas sebagai masyarakat yang santun dan berbudi luhur kini sedang dipertaruhkan,” ujar Syech Wan.

Baca Juga  Survei Kepuasan Layanan Peradilan: Ukur Kinerja, Serap Aspirasi, Perbaiki Layanan

Ia menilai penanganan persoalan tersebut membutuhkan figur yang memahami aspek regulasi sekaligus kondisi sosiologis masyarakat. Dalam hal ini, Syech Wan menilai Zahrol Fajri memiliki kapasitas tersebut, mengingat pengalaman sebelumnya di bidang syariat Islam dan pendidikan dayah.

Dalam diskusi itu, Syech Wan juga menekankan pentingnya prinsip “Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi” (adab di atas ilmu). Ia mengkritisi kecenderungan sistem pendidikan yang lebih menitikberatkan pada aspek kognitif, namun kurang memperhatikan pembentukan karakter dan akhlak.

Menurutnya, pembenahan moral harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama. Ia mendorong orang tua untuk kembali menerapkan pola asuh berbasis nilai keimanan dan pembentukan karakter, sebagaimana tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Selain itu, Syech Wan menyoroti kondisi ruang publik, khususnya warung kopi dan media sosial, yang dinilai semakin memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa yang tidak santun serta perilaku yang tidak mencerminkan nilai moral kian marak, terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga  Pemprov dan Pemkab Langkat Dukung Penutupan THM yang Langgar Aturan

“Di warung kopi hingga media sosial, kita menyaksikan penggunaan bahasa yang tidak bermoral tanpa rasa sungkan. Jika akidah rusak dan akhlak hancur, maka masa depan bangsa juga terancam,” katanya.

Sebagai langkah solusi, Syech Wan meminta Pemerintah Aceh bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret melalui kebijakan makro yang terarah dan berkelanjutan. Ia berharap kebijakan tersebut sejalan dengan upaya membangun Aceh yang bermartabat.

“Intervensi pemerintah menjadi keharusan. Rekonstruksi moral harus dimulai sekarang agar identitas keislaman masyarakat Aceh tetap terjaga,” tutupnya. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky: Adat Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Modal Sosial Pembangunan Aceh Timur

BERITA

Gas Poll! Veda Ega Tahan di 5 Besar, Persaingan Moto3 2026 Makin Panas Usai Mugello

BERANDA

Start ke-13 Finis ke-8: Comeback Veda Ega di Mugello Buktikan Mental Juara Moto3

BERANDA

Viral Foto Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara Berhaji Sederhana, Netizen Sebut “Pemimpin Panutan”

ACEH

Bupati ALFARLAKY: Adat Bukan Pajangan, Tapi Kekuatan Pembangunan Daerah

ACEH

Izin Tambang Beutong Ateuh Banggalang Dikecam: “Jangan Ada Pesta Babi Jilid 2 di Aceh”

BERANDA

SPORT – Veda Ega Start ke-13 di Moto3 Italia 2026, Target Tembus 8 Besar di Mugello

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi