Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA

Senin, 1 Juni 2026 - 02:59 WIB

Bupati Al-Farlaky: Adat Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Modal Sosial Pembangunan Aceh Timur

Hadiri Khanduri Laot di Idi Rayeuk, Pemkab Komitmen Perkuat Peran Panglima Laot dan Lembaga Adat

MEDIALITERASI.ID | ACEHTIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan adat harus diperkuat, bukan hanya dilestarikan sebagai acara tahunan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Khanduri Laot dan santunan anak yatim di Gampong Blang Geulumpang Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu 31/5/2026.

Kehadiran Bupati disambut tokoh adat, nelayan, dan masyarakat setempat. Ia didampingi pengurus Majelis Adat Aceh MAA Kabupaten Aceh Timur. Di sela acara, Al-Farlaky berdiskusi langsung dengan tokoh masyarakat soal isu pembangunan daerah dan penguatan eksistensi adat laot sebagai identitas masyarakat pesisir.

Adat jadi perekat, bukan pajangan

Menurut Bupati, Khanduri Laot bukan sekadar tradisi seremonial. Ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang harus dijaga generasi muda.

Baca Juga  Lawatan Wali Naggroe ke Rusia Jadi Pembahasan Khusus Hingga Tanda Tangani LOI Kazan State Power Eginering University

“Adat merupakan kekuatan sosial yang lama jadi perekat kehidupan masyarakat Aceh. Karena itu pemerintah daerah akan terus dukung pelestarian adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” kata Al-Farlaky.

Ia menegaskan pembangunan Aceh Timur tidak boleh hanya berorientasi fisik. Pembangunan nilai sosial dan budaya yang jadi jati diri masyarakat juga harus berjalan beriringan.

Panglima Laot punya peran strategis

Al-Farlaky menyorot peran lembaga adat, termasuk Panglima Laot. Menurutnya, lembaga itu strategis menjaga harmonisasi masyarakat pesisir, mengatur tata kelola laut secara arif, serta membantu melestarikan sumber daya perikanan.

“Dalam membangun Aceh Timur, kita butuh sinergi semua pihak. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan agar pembangunan dirasakan merata,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan KPLB Anumerta Terhadap 3 Personel Terbaiknya

Bupati juga mengapresiasi kekompakan warga Blang Geulumpang Kuala Idi yang konsisten menjaga Khanduri Laot sebagai wujud syukur dan momentum mempererat silaturahmi.

“Kita ingin Aceh Timur maju tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tapi juga kuat menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan warisan leluhur,” demikian Al-Farlaky. (AYD)

 

Latar: Khanduri Laot merupakan tradisi tahunan nelayan Aceh pesisir sebagai bentuk syukur atas hasil laut dan doa keselamatan melaut. Pemkab Aceh Timur tahun ini berfokus pada sinergi adat dalam program pembangunan daerah.

 

 

Share :

Baca Juga

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Timbun 1.200 Meter Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M

ACEH

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

ACEH

Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Kitab untuk Dayah di Aceh Timur

ACEH

Respon Komplain Pelanggan , Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM