Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA / SOSIAL

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:33 WIB

Bupati ALFARLAKY: Adat Bukan Pajangan, Tapi Kekuatan Pembangunan Daerah

 

Lewat Khanduri Laot di Idi Rayeuk, Iskandar Al-Farlaky tegaskan sinergi adat, agama, dan pemerintah kunci pembangunan merata

 

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan peran adat harus diperkuat, bukan sekadar dilestarikan sebagai seremoni. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Khanduri Laot dan santunan anak yatim di Gampong Blang Geulumpang Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu 31/5/2026.

Kehadiran Bupati disambut tokoh adat, nelayan, dan masyarakat setempat. Ia didampingi pengurus Majelis Adat Aceh MAA Kabupaten Aceh Timur. Di sela acara, Al-Farlaky berdiskusi dengan tokoh masyarakat soal isu pembangunan daerah dan penguatan eksistensi adat laot sebagai identitas masyarakat pesisir.

Adat sebagai perekat sosial, bukan seremoni

Baca Juga  Pakai Foto Geuchik, Penipu Minta Mengisikan Pulsa Ke Warga untuk Sejumlah No Hp

Menurut Bupati, Khanduri Laot bukan sekadar tradisi tahunan. Ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang harus dijaga generasi muda.

“Adat merupakan kekuatan sosial yang lama jadi perekat kehidupan masyarakat Aceh. Karena itu pemerintah daerah akan terus dukung upaya pelestarian adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” kata Al-Farlaky.

Ia menegaskan pembangunan Aceh Timur tidak boleh hanya berfokus pada fisik. Pembangunan nilai sosial dan budaya yang jadi jati diri masyarakat juga penting.

Panglima Laot punya peran strategis

Al-Farlaky menyorot peran lembaga adat, termasuk Panglima Laot. Menurutnya, lembaga itu strategis menjaga harmonisasi masyarakat pesisir, mengatur tata kelola laut secara arif, serta membantu melestarikan sumber daya perikanan.

Baca Juga  Wakapolres Aceh Timur Bersama Forkopimda Hadiri Penetapan Nomor Urut Paslon Pilkada

“Dalam membangun Aceh Timur, kita butuh sinergi semua pihak. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan agar pembangunan dirasakan merata,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi kekompakan warga Blang Geulumpang Kuala Idi yang konsisten menjaga Khanduri Laot sebagai wujud syukur sekaligus mempererat silaturahmi.

“Kita ingin Aceh Timur maju tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tapi juga kuat menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan warisan leluhur,” demikian Al-Farlaky. (AYD)

 

Catatan: Di tengah tekanan pembangunan dan eksploitasi SDA, pernyataan Bupati ini jadi ujian. Seberapa jauh Pemkab Aceh Timur akan memberi ruang dan kewenangan nyata bagi lembaga adat seperti Panglima Laot, bukan hanya simbolis?

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final