MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan tidak akan mentoleransi pengibaran bendera bulan bintang di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Ia meminta seluruh pihak memprioritaskan penanganan dan pemulihan korban bencana, serta tidak memanfaatkan kondisi darurat untuk kepentingan lain.
“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang melakukan provokasi dan mengganggu proses penanganan bencana. Saya akan menindak tegas apabila ada pihak-pihak yang melakukan hal tersebut,” kata Agus dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/12/2025).
Agus menyampaikan, saat ini TNI bersama unsur terkait tengah fokus mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maupun kerja-kerja kemanusiaan akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pernyataan Panglima TNI tersebut disampaikan sebagai respons atas aksi konvoi warga yang mengibarkan bendera bulan bintang di sejumlah wilayah Aceh pada 25–26 Desember 2025. Aksi tersebut disebut-sebut bertujuan mengantarkan bantuan logistik ke Aceh Tamiang.
Namun, dalam pelaksanaannya, konvoi tersebut berujung ricuh dan memicu ketegangan di beberapa lokasi. Massa dilaporkan bergerak secara terpisah dari sejumlah daerah. Di Kabupaten Pidie Jaya, aparat TNI menghentikan salah satu rombongan konvoi dan menyita bendera tanpa terjadi bentrokan fisik.
Sementara itu, ketegangan meningkat di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, termasuk di depan Kantor Bupati Aceh Utara, hingga terjadi kontak fisik antara aparat dan peserta aksi. Aparat dilaporkan menyita sejumlah bendera bulan bintang dan mengamankan seorang peserta yang diduga membawa senjata. Beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. (EQ)







