Home / BERITA / HUKUM

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:54 WIB

Abednego Panjaitan Desak Polri Tuntaskan Polemik Ijazah Jokowi: “Sudahi Fitnah, Jangan Biarkan Negara Gaduh”

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Tokoh masyarakat Abednego Panjaitan mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menuntaskan penyelidikan terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali mencuat di ruang publik. Ia menilai isu tersebut telah menimbulkan kegaduhan nasional dan berpotensi memecah belah masyarakat.

“Polri harus segera menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat sudah lelah dengan narasi yang sengaja digoreng untuk menyerang pribadi Presiden dan keluarganya. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa Jokowi memang pernah kuliah di UGM,” ujar Abednego Panjaitan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Abednego menegaskan bahwa pihak-pihak yang terus menyebarkan tuduhan palsu harus ditindak tegas. Ia menilai Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berulang kali memberikan klarifikasi resmi bahwa Joko Widodo adalah alumnus sah kampus tersebut.

Baca Juga  Kapolri, Panglima TNI Serta Rombongan Menteri Mendarat di Lapangan Lueng Putu Pidie Jaya

“Kalau bukti dan kesaksian sudah jelas, apa lagi yang ditunggu? Polri sebaiknya bertindak tegas terhadap pihak yang dengan sengaja memproduksi fitnah ini. Masyarakat berhak atas kebenaran, bukan kebohongan yang dikemas dalam politik framing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abednego menyoroti adanya pola serangan sistematis terhadap keluarga Presiden, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menurutnya menjadi sasaran framing serupa.
“Kita lihat polanya sama: menyerang Jokowi, lalu menyeret nama Gibran. Padahal soal pendidikan Gibran juga sudah terbuka. Ini bukan upaya mencari kebenaran, tapi upaya menjatuhkan,” ujarnya.

Menurut Abednego, isu tersebut merupakan bagian dari strategi politik untuk mendeligitimasi keluarga Jokowi menjelang tahun politik. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh isu pribadi yang menyesatkan.

Baca Juga  Ketua Umum Restorasi Gerakan Anak Negeri Kecam Cuitan "Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi"

Selain kepada aparat penegak hukum, Abednego juga mengkritik sebagian media yang dianggap memperkeruh suasana dengan menonjolkan sisi sensasional ketimbang klarifikasi resmi.

“Media mestinya menjadi penjernih, bukan pemantik. Banyak masyarakat bawah sudah muak dengan berita yang menggiring opini tanpa dasar,” katanya.

Ia menyerukan agar media kembali kepada prinsip tabayun (klarifikasi) dan tanggung jawab informasi publik, khususnya dalam menghadapi isu yang berpotensi memecah belah bangsa.

Pernyataan Abednego sejalan dengan dorongan berbagai kalangan agar Polri segera menyampaikan hasil penyelidikan resmi guna menghentikan spekulasi publik. Para akademisi menilai, kejelasan hukum atas isu ini penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan media. (MR)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara

ACEH

Drama Adu Penalti! Medco E&P Malaka Sikat Editor FC, Jadi Raja Migas Cup 2026

ACEH

JF FC Aceh Utara Juara KPA Cup I Simpang Ulim 2026, Bupati Aceh Timur Serahkan Piala
Menuju PTKIS Unggul, UIA Dorong Dosen Tingkatkan Riset dan Studi Lanjut

BERITA

Akselerasi Standar Mutu, Rektor UIA Imbau Dosen Perkuat Riset dan Pengabdian

ACEH

Pimred Tribunpasee: Jadikan Milad Samudra Pasai ke-800 untuk Perkuat Jati Diri dan Syariat

BERANDA

Aragón Jadi Akhir Pekan Pahit Honda Team Asia, Veda Pratama dan Zen Mitani Kehilangan Grip