Home / BERITA

Jumat, 13 Juni 2025 - 09:13 WIB

Ketua Umum Restorasi Gerakan Anak Negeri Kecam Cuitan “Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi”

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Ketua Umum Restorasi Gerakan Anak Negeri (RGAN) Yayang Rahmat juga seorang mahasiswa Ilmu Hukum di salah satu kampus yang berada di jakarta, soroti dan kecam cuitan seorang politikus dari PSI Dedi Nur Palakka terkait pernyataannya di media sosial akun X, dalam cuitannya dedi menarasikan bahwa “Jokowi penuhi syarat jadi Nabi”, yang membuat geram netizen di indonesia yang mayoritas beragama islam. jakarta, (13 /06/2025)

Yayang menganggap pernyataan Dedi ini telah menghina dan menista seorang makhluk yang paling sempurna yang Allah Swt pilih untuk menjadi suri tauladan bagi umat manusia di akhir zaman menyamakan dengan seorang mantan Presiden ke-7 Jokowi yang notabennya seorang manusia biasa yang bukan hidup di zaman Nabi, pernyataan Dedi ini perlu di klarifikasi ke publik dan kepada umat beragama lain yang ada di Indonesia,terutama kepada umat Muslim Indonesia.

Baca Juga  Disnakermobduk Aceh Siapkan Muda Mudi Aceh Masuk Dunia Kerja

“Jangan demi panggung politik yang sifatnya sementara di dunia, dia harus rela menjual agama demi nafsu birahinya untuk kepentingan popularitas di kancah politik”, ujar Yayang.

Yayang Rahmat juga mengatakan, Indonesia itu menganut sistem Pancasila yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945, pada butir sila ke-1 jelas tertulis bahwa Ketuhanan yang maha Esa yang artinya bangsa Indonesia percaya dan bertaqwa kepada Tuhan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Dalam pernyataan Dedi tersebut jelas ini sudah melanggar norma keagamaan,karena konotasi Nabi itu di identikkan dengan seorang Manusia yang menjadi pilihan Tuhan untuk membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya atau sebagai penerang umat manusia dari kegelapan dan ini diyakini oleh semua umat beragama di seluruh dunia khususnya di Indonesia yang mayoritas beragama muslim.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Amankan Empat WNA dan Satu WNI dalam Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Yayang menambahkan, perlu memahami keilmuan tentang Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) sehingga tidak membuat narasi yang akan menjadi dampak kontroversial di kalangan masyarakat indonesia.

Yayang juga mengingatkan, Jokowi hanya seorang manusia biasa yang hidup di akhir zaman setelah Nabi Terakhir Muhammad SAW, jadi tidak bisa seorang manusia biasa yang tak luput dari segala kekurangan dan dosa di samakan dengan sosok Nabi manusia paling mulia di sisi Tuhan Nya.

Yang juga menilai pernyataannya menyatakan Jokowi Penuhi syarat jadi nabi sudah melukai hati umat beragama di seluruh dunia khususnya di Indonesia yang mayoritas muslim dan sudah terindikasi masuk ke dalam delik penistaan agama. [EQ]

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional 

BERANDA

Hukum Adil dan Beradab Diuji: 3 Pekan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Belawan Belum Ada SP2HP

BERANDA

Tujuh Kantor Pemerintahan di Puncak Papua Tengah Dibakar: Ketika Dana Desa Menjadi Pemicu, dan Kepercayaan Menjadi Korban

ACEH

Sidang Perdana Kasus Kekerasan Anak Viral di Idi Tunong, 2 Terdakwa Didakwa Langgar UU Perlindungan Anak

BERANDA

Buruh dan Mahasiswa Bantah Ada Demo Besar Agustus 2026, KSPI dan BEM SI Tegaskan Tak Turun ke Jalan

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

BERITA

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Bantuan Zakat untuk Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran 11-18 Agustus