Home / ACEH

Selasa, 20 Mei 2025 - 19:50 WIB

Direktur Forbina Desak Pemerintah Aceh Akomodir Visi-Misi Mualem–Dek Fad Dalam RPJMA

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH– Direktur Eksekutif Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, S.H., menyampaikan desakan tegas kepada Pemerintah Aceh untuk mengakomodir visi-misi pasangan Mualem–Dek Fad dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA). Menurutnya, program-program unggulan yang diusung pasangan ini sangat penting untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan Aceh.

“RPJMA ke depan harus benar-benar menjadi dokumen yang berpihak pada rakyat Aceh. Visi-misi Mualem dan Dek Fad bukan hanya janji politik, tapi juga merupakan peta jalan untuk masa depan Aceh yang lebih baik,” ujar Muhammad Nur dengan penuh semangat pada Senin (20/05/2025).

Beberapa program prioritas yang diusung Forbina antara lain pendirian kampus IPDN dan Politeknik Pertahanan di Aceh, serta pengambilalihan kembali empat pulau Aceh yang saat ini berada di bawah administrasi Sumatera Utara. Selain itu, pengukuran ulang lahan HGU dan HPH juga menjadi agenda penting yang harus segera diwujudkan.

Baca Juga  Satgas Nasional Catat 8.562 Huntara Rampung, Aceh Utara Tertinggi

Forbina juga mengusulkan percepatan pembangunan pelabuhan Susoh, pelabuhan Lhok Payoh di Manggeng, dan pembelian kapal feri RORO untuk memperkuat konektivitas antar daerah di Aceh. Di sektor industri, Forbina mendorong pembangunan pabrik ban mobil di Aceh Barat dan pabrik rokok di Aceh Utara, serta pengembangan sektor perikanan dengan pabrik pengalengan ikan tuna.

“Pembangunan ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal memastikan Aceh bisa berdiri kokoh di peta industri Indonesia. Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, pengelolaan Blok Andaman, serta proyek bendungan di Tamiang untuk ekspor air ke Penang, semua ini harus segera diwujudkan,” tambahnya.

Tak ketinggalan, Forbina juga mengusulkan sejumlah program sosial dan keagamaan, seperti aturan penutupan toko saat azan, penguatan shalat berjamaah, serta program mengaji untuk anak sekolah.

Yang tidak kalah pentingnya program prioritas terkait evaluasi izin perkebunan kelapa sawit di Aceh. Semangat evaluasi izin untuk perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit secara menyeluruh, serta sebagai solusi jangka panjang penyelesaian konflik agraria di Aceh. Agenda ini juga bagian dari komitmen politik Mualem di daerah barat selatan Aceh ketika pelantikan sejumlah Bupati/Walikota. Dengan masuknya dalam RPJMA maka akan memiliki kepastian hukum ketika kebijakan tersebut dijalankan.

Baca Juga  Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas

“Jika kita ingin Aceh benar-benar bangkit, RPJMA tidak boleh sekadar formalitas. Harus ada keberpihakan yang nyata kepada rakyat. Dan itu dimulai dengan mendengarkan suara rakyat yang telah memilih Mualem dan Dek Fad,” tutup Muhammad Nur, menegaskan pentingnya keberpihakan dalam setiap kebijakan yang akan diambil.

Muhammad Nur berharap agar pemerintah Aceh memprioritaskan dan merealisasikan visi-misi pasangan Mualem–Dek Fad, sehingga Aceh dapat berkembang lebih maju dan sejahtera. [EQ]

Share :

Baca Juga

ACEH

Komisi IV DPR Aceh Gelar Rapat Kerja Bersama BPBJ Setda Aceh, Fokus Evaluasi APBA 2025 dan Pelaksanaan 2026

ACEH

Tak Beri Ampun, Polres Aceh Timur Libas Wartawan 7-2 di Laga Mini Soccer

ACEH

Sentuhan Kemanusiaan Kapolsek Idi Tunong, Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

ACEH

Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah Ke XXX, Kapolres Aceh Timur Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah

ACEH

Biro PBJ Setda Aceh Salurkan Ratusan Mushaf Al-Qur’an ke Dayah dan Panti Asuhan Terdampak Banjir

ACEH

Patroli Malam, Satsamapta Polres Aceh Timur Antisipasi Gangguan Kamtibmas

ACEH

Residivis Incar Jamaah: Maling Masjid Baiturrahman Gasak Tas Saat Sujud

ACEH

Kematian Pemuda di Aceh Timur Dilaporkan ke Polda, Keluarga Duga Ada Penganiayaan