MEDIALITERASI.ID |ACEH – Satgas Nasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) mencatat sebanyak 8.562 unit hunian sementara (huntara) di Aceh telah rampung 100 persen hingga 24 Februari 2026. Dari total tersebut, Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan capaian tertinggi.
Kasatgaswil Rehab Rekon Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Utara mencatat penyelesaian 2.254 unit huntara. Disusul Kabupaten Aceh Timur sebanyak 1.554 unit, Kabupaten Aceh Tamiang 1.295 unit, dan Kabupaten Gayo Lues 1.148 unit.
Menurut Safrizal, percepatan pembangunan huntara merupakan bagian dari respons darurat untuk memastikan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
“Pembangunan dilakukan secara paralel dan terkoordinasi agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Selain empat daerah dengan capaian terbesar, pembangunan huntara juga telah tuntas di sejumlah wilayah lain, antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Nagan Raya, serta di Kota Lhokseumawe dan Kota Langsa. Sebaran tersebut menunjukkan upaya pemerataan intervensi rehabilitasi di wilayah terdampak utama.
Safrizal menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan. Di bawah arahan Kasatgas Nasional, seluruh jajaran di Aceh juga memastikan kualitas bangunan, kelayakan lingkungan, serta kesiapan layanan dasar di kawasan huntara.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan huntara ini dapat mempercepat pemulihan sosial masyarakat dan menjadi fondasi menuju tahap rehabilitasi serta rekonstruksi permanen di Aceh. (EQ)







