Home / BERITA / HUKUM

Minggu, 8 Desember 2024 - 16:41 WIB

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur Tegaskan Tidak Ada Pemungutan Fee 20 Persen Terkait Proyek Irigasi P3A

MEDIALITERASI.ID | Aceh Timur – Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur, Saiful Anwar , menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi kelapangan dan sudah mengkonfirmasi sejumlah pihak dalam pemungutan fee sebesar 20 persen yang dikaitkan dengan proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) di Aceh Timur itu semua tidak benar Ujarnya Pernyataan ini disampaikan guna menjawab isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan program tersebut hari Sabtu 7 Desember 2024

Dalam keterangannya kepada media, Saiful Anwar] mengatakan bahwa LAKI Aceh Timur mendukung penuh transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan setiap proyek pemerintah, termasuk proyek irigasi P3A yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Ia juga meminta semua pihak untuk tidak sembarangan mencatut nama organisasi atau melakukan tindakan yang mencoreng integritas LAKI ujarnya

Baca Juga  Polisi Gerebek Markas Judi Online di Apartemen Jakarta Barat, 7 Orang Diringkus

“Kami dengan tegas menyatakan tidak ada keterlibatan dalam pemungutan fee apa pun. Jika ada oknum yang mencoba memanfaatkan nama organisasi kami, itu adalah tindakan ilegal yang harus diusut tuntas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua LAKI Aceh Timur mengimbau para pelaksana proyek dan kelompok penerima manfaat untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan atau pungutan liar kepada pihak berwenang. Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga  Asah Kemampuan Personel, Polres Aceh Barat Gelar Latihan Menembak

Proyek irigasi P3A merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki jaringan irigasi di berbagai daerah, termasuk Aceh Timur. Program ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung kesejahteraan petani. Namun, isu terkait adanya pungutan liar dalam pelaksanaan program ini dapat mencoreng tujuan mulia yang ingin dicapai.

Masyarakat Aceh Timur diharapkan dapat bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga kelancaran pelaksanaan proyek ini tanpa adanya gangguan yang merugikan semua pihak. LAKI Aceh Timur juga berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal setiap proyek pembangunan demi mencegah praktik penyimpangan demikian ungkapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

Ekonomi

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Geger! Pabrik Sabu 1,2 Ton Blue Ice Jaringan Golden Peacock Digerebek di Pidie, 11 Tersangka Ditangkap, 2 WNA Jadi Koki

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan