Home / OPINI

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:07 WIB

GANJAR DAN ANIES TIDAK IKUT PRABOWO

GANJAR DAN ANIES TIDAK IKUT PRABOWO

6 Mei 2024 Capres PDIP Ganjar Pranowo menyatakan siap menjadi oposisi dan menutup peluang untuk bergabung dengan Prabowo. Ia menyatakan meski sebagai kader PDIP akan tetapi sikap itu bersifat pribadi. PDIP sendiri akan menyelenggarakan Rakernas akhir Mei ini untuk menyatakan sikap final tentang “positioning” partai terhadap Prabowo Gibran.

PDIP saat ini sedang mengadukan KPU ke PTUN tentang ketidakabsahan Gibran sebagai Cawapres. Artinya PDIP masih melakukan perlawanan terhadap Keputusan KPU dan meminta ditunda pelantikan Prabowo Gibran. Dengan demikian Ganjar dan PDIP hingga saat ini masih menunjukkan sikap yang sama yaitu berada di luar pemerintahan. Kemenangan Prabowo Gibran tetap terukur curang.

Anies Baswedan dalam pertemuan dengan ulama dan aktivis Bandung pada 17 Mei 2024 menyatakan dua hal yaitu pertama, tidak akan ikut Prabowo dan kedua, ucapan selamat kepada Prabowo Gibran sebagai ucapan selamat untuk bekerja berbasis konstitusi. Aspeknya normatif dan tampilan adab yang baik. Ia menyatakan akan tetap bersama rakyat untuk melakukan perubahan.

Baca Juga  NEGARA HANCUR-HANCURAN

Dalam acara Syawalan Keluarga Besar HMI MPO di Sleman Yogya pada 28 April 2024, Anies menyatakan ia akan tetap berada di jalur perubahan meskipun partai pendukungnya PKB dan Nasdem bergabung dalam Kabinet Prabowo. Anies sendiri enggan secara khusus mengulas soal sikap PKB dan Partai Nasdem. Mungkin dia merasa tidak memiliki kompetensi untuk berbicara banyak soal partai politik pendukungnya tersebut.

Sungguh bagus jika kedua tokoh baik Ganjar maupun Anies tidak ikut bergabung dalam Kabinet Prabowo. Di samping untuk menjaga keseimbangan kekuasaan juga tidak etis dan bermoral jika kompetitor Capres yang kalah ikut bersama dengan pemenang. Apalagi jika kemenangannya disinyalir tidak jujur. Kecurangan tetap tidak boleh ditoleransi meskipun dengan alasan bahwa pertempuran sudah selesai.

Pertempuran (battle) memang telah selesai tetapi peperangan (warfare) belum. Perang melawan kezaliman, ketidakadilan dan ketidakadilan tentu saja berkepanjangan. Khususnya Pilpres memang telah selesai namun perlawanan terhadap kondisi terus berlanjut. Jika pertempuran curang dianggap selesai, maka hancurlah moral bangsa Indonesia yang katanya beradab.

Baca Juga  Perempuan Merdeka Menolak Rencana Penempatan 4 Batalyon Tambahan Ke Aceh

Ganjar dan Anies sebagai pemimpin pertempuran harus menjaga kekuatan moral agar misi perjuangan suci dapat dipertahankan. Kemenangan licik tetap menjadi sebuah kejahatan. Berpolitik tidak boleh menghalalkan segala cara, karena jika demikian maka ajaran Machiavelli dijalankan oleh partai politik dan politisi. Ini artinya ideologi dan konstitusi secara brutal sedang dipecundangi.

Biarlah Prabowo Gibran menikmati hasil yang mengacak-acak perasaan keadilan publik. Hukum sejarah akan berlaku yaitu tidak ada kelanggengan pada kondisi. Hal yang dimulai dengan buruk akan berakhir dengan buruk pula. Jokowi sebagai aktor intelektual dari perusak sistem demokrasi di Indonesia tidak hanya tercatat tetapi juga layak untuk terus dikejar dan dihukum.

Ganjar dan Anies sekarang tidak bisa seperti Prabowo kemarin.

Itu saja sudah menjadi hiburan bagi rakyat yang terus didera oleh rasa kecewa atas budaya khianat para politisi dan petinggi negeri.

oleh M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan)

Bandung, 18 Mei 2024

Share :

Baca Juga

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru

ACEH

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”

OPINI

Sekolah Tidak Bisa Mendidik Anak Sendirian