Home / BERANDA

Sabtu, 17 Juni 2023 - 09:49 WIB

SAHABAT, SAYA ADALAH APA YANG TAK PERNAH KAMU BACA

Oleh :

T.M. Jamil
Associate Profesor
Pengamat Sosial, USK Banda Aceh

SAYA adalah seorang pribadi dengan gender seorang laki-laki yang dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang ibu, yang berprofesi sebagai “Direktur Rumah Tangga”, dan ber-ayahkan seorang “Ahli Pertanian” karena beliau sebagai petani. Saya menyadari keberadaan saya saat ini tidak terlepas dari pengaruh perhatian, bimbingan serta pengajaran dari orangtua serta orang-orang yang berpengaruh dalam hidup saya. Saya adalah pribadi yang mandiri yang berusaha untuk tidak bergantung kepada bantuan orang lain, walaupun di sisi lain dapat saya pahami bahwa saya adalah makhluk sosial, sehingga saya tidak memungkiri bahwa peranan orang lain sangat penting dalam hidup saya. Ayah selalu berkata saat saya masih kecil : “Jika kemampuan dirimu baik, disertai dengan kesungguhan hati dan berdo’alah kepada-Nya, Insya Allah kesuksesan akan menyertaimu”. Mungkin kalau bahasa orang ilmiah sekarang, potensi individu seseorang jauh lebih penting daripada mengedepankan kehebatan kelompoknya. Dan Alhamdulillah, dengan Izin Allah Swt, apa yang saya miliki saat ini semuanya atas bantuan dan kasih sayang dari orang-orang yang sangat mencintaiku.

Hal ini dapat dimungkinkan karena saya tidak begitu menyukai orang-orang yang dengan cepat meminta bantuan pada orang lain, tanpa terlihat ada upaya keras untuk melakukannya seorang diri terlebih dahulu. Bagi saya, wajib dan harus mulai dengan kemampuan diri sendiri untuk menunjukkan sesuatu terlebih dahulu kepada orang lain, jika saya berharap kelak orang lain pun mampu berlaku demikian terhadap saya. Hal yang paling membuat saya kesulitan adalah posisi harus memilih, sebab saya tergolong orang yang mempertimbangkan banyak hal dalam keputusan-keputusan yang akan saya ambil. Namun hal baik dari itu, di saat saya telah memutuskan hal tersebut, saya juga telah mempersiapkan pribadi saya untuk mempertanggungjawabkan segala efek dari keputusan yang saya pilih. Bagi saya, ketegasan merupakan sikap seorang pemimpin yang cerdas dan bijak.

SAYA adalah orang yang berkemauan keras. Saat saya menginginkan atau merencanakan sesuatu, saya akan berusaha dengan kerja keras untuk mewujudkannya. Namun keburukan dari sifat saya ini, saya akan merasa sangat sedih apabila pada akhirnya segala usaha yang telah saya lakukan ternyata tidak mampu mewujudkan keinginan saya. Posisi ini selalu menjadi posisi pembelajaran bagi saya, sebab ketika menyadari kesedihan yang saya alami, saya bukan berputus asa, akan tetapi menerima apa yang telah terjadi dan bersemangat kembali untuk meraihnya. Saya percaya, semua yang terjadi dalam kehidupan saya itu merupakan takdir dari-Nya.

Ada ada satu hal yang menjadi prinsip dalam kehidupan saya saat ini, mungkin prinsip ini akibat dari proses tempahan pendidikan yang pernah saya jalani, dan saya pun termasuk orang yang paling tidak suka untuk membicarakan atau menilai kinerja atau urusan pimpinan tempat saya mengabdi tentang apapun yang mereka kerjakan ataupun menzhalimi saya. Saya sangat percaya kepada mereka untuk berbuat yang terbaik bagi umat dan bangsa ini – semua itu saya serahkan kepada Allah Swt untuk menilainya. Karena hasil pengamatan dan bacaan saya selama ini, tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang sukses, jika kerjanya setiap detik, minggu, bulan dan bahkan tahun hanya sibuk membicarakan dan menilai pimpinannya atau orang lain.

Baca Juga  MAKZULKAN NETANYAHU, MAKZULKAN JOKOWI

Cara yang terbaik bagi saya, selalu berusaha dan berdiskusi dengan sahabat atau siapapun dia agar niat dan tujuan mulia kita semua bisa terwujud. Alhamdulillah, saya sangat bangga dan berbahagia, karena semua sahabat selalu terbuka dan santun untuk diajak berdiskusi. Bagi saya, perbedaan pendapat dan cara berpikir kita itu boleh saja terjadi, karena itu sebuah rahmat dari Allah Swt untuk hamba-Nya yang mulia. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat saya, yang kebetulan saat ini mereka ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi orang yang “bernasib baik”, karena dirimu sungguh sangat arif dalam merespon dan menerima kritik setiap persoalan yang muncul dalam menjalani kehidupan ini. Pertahankanlah sikap bijak itu, sahabatku!

Kemudian, Saya juga suka tersenyum, terutama saat menyapa orang-orang di sekitar, karena saya memang menyukai wajah yang berbahagia dan tidak bermuka masam atau sombong. Saya paling membenci orang-orang yang egois dan sombong, apalagi saat mereka sedang berkuasa dan lagi beruntung atau “bernasib baik”. Di dalam pergaulan, saya juga gampang menyesuaikan diri. Hal ini didukung juga oleh karakter saya yang suka bercanda dan humoris. Itu sich kata teman-teman saya. Jujur saja, melihat orang tertawa dan bahagia juga turut memberikan efek bahagia pada diri saya sendiri, sehingga saya merasa hidup ini indah dan sangat menyenangkan hati. Saya cukup terbuka dengan lingkungan, saya menyampaikan apa yang ada di hati saya apa adanya, saya mengkritik perbuatan orang yang menurut saya tidak benar, dan saya juga siap dikritik oleh orang lain, siapapun dia.

Kelemahan yang saya miliki ialah watak saya yang keras yang pada kenyataannya sulit diterima lingkungan saya (terutama oleh orang-orang yang merasa dirinya paling benar). Saya sulit sekali bisa menerima bahwa sikap atau perbuatan orang lain, jika ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, padahal sayapun telah menunjukkan apa yang saya inginkan tersebut dengan berlaku demikian dan baik terhadap orang itu, kebiasaan memperhatikan orang lain yang membuat saya mengkritiknya ketika saya menemukan yang tidak benar yang kadang justru menunjukkan ke-egoisan atau kekeras-kepalaan saya. Contoh bentuk kekeras-kepalaan saya yang lain ialah, ketika saya telah mengambil suatu keputusan, apabila ada lagi masukan diberikan kepada saya, saya cenderung memegang teguh pada pilihan saya tanpa kembali mempertimbangkannya, karena saya menganggap sebelum mendapatkan keputusan tersebut, saya telah meminta pendapat mereka dan telah banyak pula memikirkan pertimbangan-pertimbangan. Selain itu, saya sulit sekali memberikan kembali kepercayaan kepada seseorang yang saya nilai telah mengecewakan dan menyakiti hati saya, padahal saya telah berbuat baik kepadanya meskipun dia tidak pernah tahu. Namun saya telah berbuat yang terbaik untuknya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun.

Baca Juga  DLH Aceh Timur Lakukan Pemantauan Lingkungan di Panton Rayeuk T

Menurut saya pribadi – saya termasuk orang yang sangat sabar menunggu sesuatu, akan tetapi hal yang saya tunggu adalah sesuatu yang sejak awalnya telah jelas. Maksudnya, saya tidak akan mau menunggu sesuatu yang buat saya belum jelas kondisinya atau kepada orang pemberi harapan palsu. Saya tergolong orang yang cekatan, hal ini berjalan sesuai dengan semangat saya. Sikap dan sifat saya dominan dalam lingkungan, saya cenderung men-sugesti (melakukan tindakan persuasif) orang-orang di sekitar saya melalui cerita-cerita saya, mengenai pengalaman saya, melalui saran-saran saya, dan melalui pemaparan pola berpikir saya. Meskipun kadangkala mereka menganggap saya sok pintar dan sok suci. Bagi saya itu wajar, karena mereka belum bisa memahami hati saya yang sesungguhnya. Saya terima saja sikap mereka dan saya tidak pernah marah kepadanya. Bagi saya tidak perlu memperdulikan hal-hal kecil, karena masih terlalu banyak hal besar dan penting yang harus saya lakukan untuk umat dan bangsa ini, khususnya untuk keluarga besar saya. Sahabatku, Saya adalah apa yang tak pernah kamu baca. Untuk itu, Pesan saya padamu : “Belajarlah untuk dapat memahami tentang siapapun dia dalam hidupmu, sehingga hatimu akan damai bersamanya”.

Saya orang yang sangat beruntung, sebab bukanlah orang yang gampang stress, kecewa atau berputus asa, meski saya difitnah dan dizhalimi. Dan itu acapkali saya rasakan atas perlakuan itu. Ketika saya punya banyak beban pikiran, saya cenderung memberikan waktu khusus untuk menjernihkan pikiran dengan melakukan kegiatan-kegiatan spontanitas yang jarang saya lakukan, walaupun saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Itulah pemaparan hasil refleksi dan instrospeksi diri saya yang sering saya lakukan. Hal yang paling saya sukai dari diri saya ialah sifat pejuang untuk sebuah kejujuran dan kebenaran. Saya selalu berusaha keras untuk mewujudkan apa yang saya inginkan dan semangat saya yang banyak memberikan sukacita dalam diri saya sampai saat ini. Semua itu anugerah dari Allah Swt yang harus saya syukuri dan wajib saya pelihara dengan baik sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.

Sahabatku, Yang Mulia… bagaimana menurut pendapatmu tentang diri saya, menarik bukan ?. Bahasanya pasti bahasa amatiran, tak ilmiah dan kadang juga sulit untuk dipahami, pemikirannya sungguh mendalam bagaikan pola pikir dari seorang filosuf atau pakar filsafat ternama. Namun, menurutku, ya diri saya ini seperti apa, tentu saja seperti yang tak pernah sahabat baca. SAYA termasuk orang yang sangat kaya akan kekurangan, dan sangat miskin akan kelebihan. Ya, begitulah adanya… Sementara dirimu dimata ku, apa yang selalu aku tulis dan simpan dalam memori ku. Dirimu sangat mulia bagiku, karena keberadaan mu sangat berarti dalam hidupku selama ini. Sahabat, untuk itu Maafkanlah semua dosa dan kesalahanku di masa lalu padamu dan Sampai kita ketemu lagi di kesempatan yang lain. Amin, Insya Allah.

Kota Serambi Mekkah, 17 Juni 2023

Share :

Baca Juga

ACEH

Pisah Sambut Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi kepada AKBP Aris Cai Dwi Susanto

ACEH

Mualem Percepat Penataan HGU dan Lahan Reintegrasi, BRA Diberi Waktu Sepekan

BERANDA

Polisi Bongkar 3 “Sarang” Peredaran Narkoba di Kota Batam, Jaringan Libatkan Kasir hingga Ladies Companion

BERANDA

Nasabah Protes Keras: Restrukturisasi Polis Jiwasraya oleh IFG Dinilai “Merampas Masa Depan”, Dana Beasiswa Pendidikan Lenyap

BERANDA

Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar Melebar, KPK Usut Aliran Rp3,5 Miliar dan Dugaan Keterlibatan Ahmad Ali

BERANDA

KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Rumah Ahmad Ali, Diduga Gratifikasi Batu Bara Mantan Bupati Kukar

BERANDA

Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

BERANDA

Jenazah Wili Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya Korban Penembakan, Diberangkatkan ke Kupang