![]()
Oleh :
T.M. Jamil, Dr., Drs., M.Si
Ilmuwan Sosial, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Para Sahabat dan Adik-adiku Yang Hebat … Apa yang engkau lakukan ketika dirimu mendapati jalan buntu saat sebenarnya engkau ingin sekali untuk menulis sesuatu? Minum kopi, menenggak vitamin, pergi liburan, berkumpul dengan teman, kekasih, keluarga, ‘pacar gelap’ ataukah dirimu masih terus menatap tajam ke arah layar laptop mu sambil berharap secercah dan sebuah ide muncul dari tuts keyboard atau diantar bidadari surga?
Saat dihadapkan pada sebuah deadline dan beberapa aturan kepenulisan, sudah menjadi hal yang wajar, jika tiba-tiba saja engkau tak tahu apa yang ingin engkau tuliskan. Engkau buka beberapa situs hiburan kesenanganmu hanya agar sedikit celah mampu terbuka di pikiranmu. Agar deadline tak berasa seperti momok yang menghantuimu saat engkau biarkan blogmu bersawang, dan diam dalam kesepian, seperti tak ada lagi yang punya atau pemiliknya. Hhhmmm …
Sore ini aku minum secangkir kopi susu, lalu ditutup dengan pisang goreng hangat menjelang maghrib tiba. Tugas minuman itu adalah menciptakan inspirasi dari kepala yang hampir penuh dengan segala ide dan gagasan, yang sayangnya menghilang saat jari jemari mulai menekan huruf-huruf.
Hingga menjelang tengah malam, engkau masih tak tahu apa rangkaian kata yang ingin dirimu suguhkan pada sebuah kegiatan yang sudah engkau setujui untuk engkau ikuti. Engkau membongkar tiap folder foto, dengan sebuah harapan ada ide yang muncul. Lalu engkau melihat obat alergimu dan ingin menulis tentangnya, tapi engkau lupa apa diagnosa dokter akan penyakitmu…
Kemudian engkau berpindah pada ingatanmu tentang kucing kesayangan mu di rumah, dan ingin sekali menulis tentangnya. Tapi banyaknya pilihan foto membuatmu kembali buntu hendak menulis apa… Yang engkau ingat, anak kucing dan bulu kesayanganmu sudah menemanimu selama setahun terakhir.
Waduh … Aku menghadap layar laptop sejak pukul 11 siang tadi hingga malam ini. Ide kerap muncul, namun musnah dan hilang di tengah jalan. Lalu, engkau sadar menjelang tengah malam, bahwa tak ada ide pun sesungguhnya bisa menjadi sebuah ide… Itulah romantika dalam menulis jika kita cerdas memahaminya.
Kebuntuan dalam mencari ide tulisan, malah bisa menjadi ide untuk tulisan yang sedang engkau baca ini. Ironis kan? Tapi tak apa, setidaknya ide bisa muncul bahkan dari hal yang tak pernah terduga. Seperti cinta yang kadang datang tanpa disangka, pergipun acapkali tak pernah minta permisi. Para pembaca mu di blog atau di mass media lainnya dan Engkau hanya perlu menikmatinya saja… Indah dan asyik bukan? Dari sebuah pertanyaan di awal tulisan ini ternyata juga mampu menghipnotis mu, sehingga dapat mengajakmu untuk membaca dari sebuah tulisan yang juga kekurangan ide…
Semoga hasil bacaanmu dalam tulisan ini dapat mendidik mu untuk tidak pernah mengatakan lagi bahwa dirimu kesulitan untuk mendapatkan ide, sehingga tak pernah bisa untuk menulis. Mulailah sekarang untuk menulis sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan, sehingga menjadi sebuah pemikiran yang dikagumi dan dinanti oleh pengagummu.. Barakallahu Fiekum !!!
Selasa, 11 April 2023







