![]()
Oleh :
T.M. Jamil TA, Dr, Drs, M.Si
Pengamat Sosial, USK, Banda Aceh.
TANPA TERASA, setelah kita bersuka cita menyambut datangnya Ramadhan yang penuh berkah ini, ternyata sekarang sudah hampir memasuki lima belas hari terakhir, artinya tidak lama lagi Ramadhan akan meninggalkan kita, kesempatan emas yang telah Allah Subhanahu Wa ta’ala sediakan untuk para hamba-Nya untuk mengais pahala berlimpah dan ampunan dosa dari-Nya segera berakhir serta akan meninggalkan kita, apakah kita termasuk orang yang mendapatkan keberuntungan ataukah sebaliknya, kita akan menjadi manusia yang merugi ?. Nauzubillahi Min Zhalik. Kita selalu berharap dan berdo’a agar keberkahan malam lailatul qadar menghiasi keluarga semuanya. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.
Malaikat jibril pernah meminta kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mengaminkan do’anya, dan di antara isinya adalah (artinya) :”Merugilah seseorang yang Ramadhan datang kepadanya sampai kemudian meninggalkannya tetapi ternyata dosanya tidak diampuni.” (HR. Muslim dan Ahmad).
Maka kinilah saatnya kita mengevaluasi diri kita di bulan Ramadhan ini, apakah kita sudah serius dalam memanfaatkan kesempatan emas yang Allah sediakan ini atau belum?. Bila ternyata belum maka Allah ta’ala masih menyiapkan kesempatan terakhir di bulan ini, dan kesempatan ini termasuk langka dan tidak banyak orang yang mendapatkannya, yaitu adanya malam “LAILATU QADAR”.
Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang Allah persiapkan untuk para hamba-Nya yang beriman, agar mendapatkan banyak kebaikan dengan amal yang sedikit dan waktu yang singkat, dimana Allah ta’ala menilainya lebih baik dari seribu bulan, seperti yang Allah ta’ala sebutkan sendiri didalam firman-Nya yang maknanya :”Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar : 3).
Bila kita hitung dengan tahun maka akan sama dengan delapan puluh tiga (83) tahun lebih dan kalau dihitung dengan hari maka akan sama dengan 30.295 hari, masya Allah nilai pahala yang luar biasa, itu rahmat Allah yang dipersiapkan untuk para hamba-Nya dimalam Lailatul Qadar.
Oleh karenanya, sangat pantaslah bila Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam sampai mengatakan yang artinya : ”Barangsiapa yang diharamkan dari kebaikannya maka berarti dia telah diharamkan dari kebaikan.” (Muttafaqun ‘alaih). Untuk itu, mari kita mengisi malam-malam terakhir di Bulan Ramadhan yang mulia ini…
KAPANKAH TERJADINYA MALAM LAILATUL QADAR?
Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan bahwasanya malam Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan didalam hadits berikut yang artinya :”Carilah malam malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir.” (Muttafaqun ‘alaih).
Apakah Keutamaan Lailatul Qadar ? Diantara Keutamaan Lailatul Qadari Sebagai Berikut :
Pertama, Malam yang diberkahi, barangsiapa menghidupkan malam tersebut maka akan mendapatkan keberkahan dari Allah ta’ala.
Kedua, Malam ditetapkannya taqdir untuk satu tahun kedepan, maka perbanyaklah berdoa agar taqdir kita untuk satu kedepan adalah taqdir yang baik.
Ketiga, Nilai ibadah dimalam tersebut setara dengan amal selama seribu bulan.
Keempat, Diampuninya dosa-dosa orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah karena beriman kepada Allah dan mengharapkan pahala dari-Nya semata, dan lain-lain.
LALU APAKAH TANDA-TANDANYA ?
Adapun untuk mengetahui malam Lailatul Qadar, maka bisa diketahui dari tanda-tanda berikut : Pertama, Langit begitu cerah seakan akan bercahaya. Kedua, Orang beriman merasakan ketenangan dan kenyamanan pada malam tersebut. Ketiga, Malam yang sangat tenang dan angin tidak bertiup serta cuaca yang nyaman. Keempat, Matahari terbit begitu cerah dan cahayanya tidak menyilaukan dipagi harinya.
ITULAH sekilas dari apa yang terkait dengan malam yang mulia yang diberkahi oleh Allah ta’ala, dimana Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk berusaha mendapatkannya karena keutamaannya yang sangat besar bagi mereka, maka orang yang dirahmati adalah mereka yang dimudahkan untuk mendapatkannya dan orang yang sengsara adalah orang-orang yang diharamkan oleh Allah SWT untuk mendapatkannya. Nuzubillahi min zhalik.
Dan semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk mendapatkan kemuliaan malam tersebut dan dimudahkan pula untuk mendapatkan rahmat Allah ta’ala, mari kita manfaatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini untuk memperoleh keberuntungan di dunia dan akhirat. Semoga kita menggapainya dan mendapatkan gelar sebagai hamba Allah Yang Muttaqin. Amin, Yaa Allah Yaa Rabbal Alamin.
Aceh, Sabtu 08 April 2023







