Home / BERITA

Kamis, 1 September 2022 - 07:55 WIB

Konser Malam Terakhir Pesona Barat Selatan Tuai Kritikan

Photo acara konser pada malam terakhir Pesona Barat Selatan yang dilaksanakan di lapangan Naga, Tapak Tuan, Aceh Selatan (01/09/2022) Dok. JR

ACEH SELATAN – Wakil Ketua Santri Bela Negara (SBN) Tgk Misbar As- Salmani sangat menyayangkan terjadinya campur baur antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram di acara konser pada malam terakhir Pesona Barat Selatan yang dilaksanakan di lapangan Naga, Tapak Tuan, Aceh Selatan (01/09/2022)

Tgk. Misbar  As-Salmani menuturkan, dengan  bercampurnya antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram, dirinya menilai perilaku tersebut telah menodai syariat Islam di Aceh secara umum, dan secara khusus telah mencerminkan rusaknya aqidah generasi muda Aceh Selatan yang lebih bersemangat pada hal- hal keduniawian, seperti muda mudi berjoget- joget dalam hujan dan lain lain.

“Masih ada jalan lain dalam promosi wisata barat selatan tanpa harus menodai syariat Islam dan kearifan lokal Aceh Selatan yang terkenal dengan pusat sanad ilmu ulama besar Aceh”, papar

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Santri Aceh Selatan Tgk Muhammad Arifin atau sering di sebut dengan nama Tgk Rimung Kofa itu juga ikut mengingatkan  dan berharap agar kejadian yang serupa tidak akan lagi terjadi dikemudian hari.

Baca Juga  Harimau Sumatra Yang Meresahkan Warga Aceh Selatan Diamankan BKSDA Aceh

“Bila hal begini kami santri, tidak ikut mengingatkan maka ke depan akan sangat bebas hal maksiat lebih dari ini akan ada di Bumoe Cut Ali”, ucap Tgk Rimueng Kofa.

Menurut  Tgk Muhammad Arifin mengatakan, walaupun pembatas laki laki dan perempuan sudah disiapkan, namun penanggung jawab acara tersebut adalah dinas terkait seperti, Dinas Pariwisata, Dinas syarit Islam dan Wilayatul Hisbah harus mengontrol.

“Apabila terjadi lagi, kami dari santri akan ambil tindakan di lapangan, kami berharap kepada pemerintah untuk menghargai para ulama dengan benar – benar jujur menjalankan syariat Islam”, tegas Ketua Santri Aceh Selatan.

Kejadian ini juga ikut direspon oleh Tgk Muhammad Ridha, Selaku alumni Pendidikan Kader Ulama, Mejalis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan. Pihaknya mengapresiasi pihak MPU yang telah memberi surat rekomendasi aturan teknis kepada dinas terkait dan panitia penyelenggara, atas respon permintaan rekomendasi dari dinas pariwisata dengan nomor surat BP.556/113/2022. Namun hanya saja  acara pada malam hari panitia lalai kurang mengawasi dan cenderung tidak mengindahkan lagi rekomendasi yang diberikan pihak MPU Aceh Selatan yang sebenarnya bagian dari Forkopimda.

Baca Juga  Propam Polri Luncurkan Layanan Pengaduan Cepat, Cukup Scan QR dan Lapor!

Hal senada juga disampaikan oleh Abah Muhibbut Thibri, menurutnya pelaksanaan acara promosi wisata barat selatan telah melenceng dari nilai – nilai syariat Islam.

“Acara tersebut telah melenceng  dari nilai syariat, dan yang paling disayangkan adalah pihak terkait, yang telah memberikan izin terlaksananya acara tersebut, bahkan mereka melanggar taushiah dan rekomendasi MPU Aceh Selatan”, pungkas Abah Muhibbut Thibri MPMT Kluet Raya.

Reporter : JR | Photo : Jeri Rahmat | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif dan Beri Solusi

ACEH

Dugaan Pungli Bantuan Modal Usaha, Baitul Mal Aceh Turun Tangan

ACEH

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Rapat Kerja Pejabat Fungsional Pengadaan

BERITA

Ratusan Petani Laoli Bertahan di Lahan, Tolak Rencana Pengosongan Pemkab Luwu Timur

BERANDA

Tegaskan Standar Keamanan Pangan, BGN Tutup Permanen 833 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

ACEH

Dituding Dalangi Serangan ke Bupati, Dun Belanda Akui Fitnah dan Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

ACEH

118 Anak Ikuti Khitan Massal Baitul Mal Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Ke Depan Digelar 3 Titik Wilayah