Home / OPINI

Kamis, 1 September 2022 - 15:25 WIB

PPD Aceh Selatan Dukung Pernyataan Pemuka Agama Terkait Konser Festival Barat Selatan

Photo : Imam Mukti Syahputra Ketua Pemuda Peduli Daerah (PPD) Aceh Selatan.

ACEH SELATAN – Ketua Pemuda Peduli Daerah (PPD) Imam Mukti Syahputra mendukung pernyataan perwakilan pemuka agama yang ada di Aceh Selatan mengenai berkumpulnya lelaki dan wanita yang bukan muhrim konser festival barat selatan di lapangan Naga, Aceh Selatan, Rabu malam (01/09/2022)

Imam Syahputra menuturkan, dirinya mendukung atas reaksi perwakilan pemuka agama di Aceh Selatan yang disampaikan melalui berbagai media.

Mewakili seluruh Pemuda peduli daerah (PPD) Imam menyampaikan kepada pihak penyelenggara.

Baca Juga  Menjaga Bahasa, Menata Laku: Jalan Sederhana Menuju Pendidikan Karakter yang Hakiki

“Ketika itu memang melanggar syariat Islam jangan terlalu di paksakan, kami tidak menolak kemajuan daerah, tapi kita juga harus berada dalam koridor, sesuai dengan syariat Islam dan agama yang kita anut”, ucap ketua PPD.

Lebih lanjut Imam menyampaikan, masyarakat tentu sangat mendukung perkembangan ekonomi, kemajuan daerah, peningkatan kemakmuran masyarakat.

“Namun jangan sampai melupakan bahwa kita mempunyai agama dan ulama sebagai panutan, kalau memang konser tersebut tidak bisa di tunda setidak nya kita bisa membuat batasan dan pengawasan yg kira nya tidak melanggar dengan syariat agama kita”, paparnya.

Baca Juga  Jokowi Gak Mikir Bahaya China Atau Agen China ? 

Oleh sebab itu PPD sangat mendukung apa yg di sampai kan oleh perwakilan pemuka agama yang ada di Aceh selatan. Acara tersebut, selain susah mencemari syariah Islam juga mencemari lingkungan.

“Karena meninggalkan sampah yang justru membuat pesona Aceh Selatan semakin kotor dan jorok” tutup ketua PPD Aceh Selatan.

Reporter : JR | Photo : Imam Syaputra | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru

ACEH

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”

OPINI

Sekolah Tidak Bisa Mendidik Anak Sendirian

OPINI

Republik yang Curiga pada Rakyatnya : Demokrasi di Tengah Ketakutan dan Ketidakpercayaan

OPINI

Ketika Adat Dijadikan Properti Simbolik: Krisis Etika Pejabat Publik dalam Memahami Marwah Aceh

ACEH

Gubernur Tak Muncul Saat Demo, Mahasiswa Diadu ke Pejabat Tanpa Kuasa Putus