Home / ACEH / BERANDA / BERITA / FIGURE

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:02 WIB

Al-Farlaky Tinjau Irigasi Rusak di Simpang Ulim, 12 Gampong Terancam Gagal Tanam

Medialiterasi.id | Simpang Ulim, Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si meninjau langsung jaringan irigasi rusak pascabanjir di ruas Gampong Arakundo–Grong-Grong, Kecamatan Simpang Ulim, Kamis 11 Juni 2026. Gerak cepat penanganan disiapkan lewat pengerahan alat berat.

Peninjauan didampingi perwakilan BNPB, kepala perangkat daerah terkait, anggota DPRA M. Yusuf alias Pang Ucok, serta rombongan lainnya.

Bupati menyebut kerusakan irigasi merupakan dampak banjir besar November 2025 lalu. Akibatnya, ribuan petani di 12 gampong satu kemukiman terancam tidak bisa bercocok tanam musim ini karena saluran tersumbat.

“Kita dapat laporan masyarakat, ada 12 gampong dalam satu kemukiman yang tidak bisa tanam tahun ini karena saluran irigasi tersumbat pascabanjir,” kata Al-Farlaky.

Baca Juga  Dua Pengedar Narkotika Diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat

Sebelumnya penanganan DAS Arakundo dan jaringan irigasi sudah dilakukan Balai Wilayah Sungai Aceh. Tapi kondisi saat ini sudah darurat dan butuh aksi cepat agar petani dapat air untuk sawah.

Hasil tinjauan lapangan mencatat sedikitnya 12 titik longsor, penyumbatan, dan sedimentasi yang menghambat aliran. Bupati sudah berdiskusi dengan BNPB untuk penanganan darurat dengan mendatangkan alat berat.

“Karena itu kita sudah diskusi dengan BNPB untuk datangkan alat berat guna perbaiki saluran rusak sehingga masyarakat bisa kembali ke sawah,” ujarnya.

Baca Juga  Open BO Lewat Michat Berujung Tragis

Pemkab Aceh Timur akan segera rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk hitung kebutuhan alat berat dan susun langkah teknis. Bupati juga dorong koordinasi cepat dengan Balai Wilayah Sungai untuk bangun aliran baru sebagai tanggap darurat sementara.

Jika perbaikan cepat selesai, Pemkab siap bantu petani lewat penyediaan bibit agar tanam kembali normal.

Al-Farlaky menekankan Simpang Ulim, Pante Bidari, dan Madat adalah lumbung gabah terbesar di Aceh Timur. “Ini harus kita dorong percepatannya agar pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pascabanjir pulih,” tegasnya.

Di sela kunjungan, Bupati juga memantau kondisi warga di hunian sementara dan menyerahkan bantuan sembako. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur