Home / BERITA

Senin, 22 Agustus 2022 - 19:57 WIB

Haji Uma Beri Perhatian Serius Perihal Bimtek Aparatur Desa

JAKARTA – Anggota Komite IV DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma turut memberi perhatian serius terhadap perihal Bimbingan teknis (Bimtek) aparatur desa diluar daerah yang saat ini sedang menjadi sorotan di Aceh.

Dalam keterangannya, Haji Uma mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat dan LSM terkait Bimtek aparatur desa yang pelaksanaannya di diluar daerah dan secara akumulatif menguras dana desa dalam jumlah besar.

“Saya menerima banyak laporan masyarakat dan LSM terkait hal ini. Tentu kita miris hal ini terjadi berulang tiap tahun. Padahal kegiatan bimtek diluar daerah sangat tidak efisien secara anggaran dan cenderung hanya menguras dana desa yang mestinya dimanfaatkan maksimal untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa”, ujar Haji Uma, Senin (22/8/2022).

Menurut Haji Uma, sebenarnya pelaksanaan bimtek tidak ada masalah karena telah diatur secara regulasi. Bahkan menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola desa. Namun, ketika bimtek cenderung dimanfaatkan sebagai motif untuk menguras dana desa ini tentu menjadi masalah dalam pengelolaan dana desa.

Baca Juga  KIP Lhokseumawe Libatkan 100 Warga Lokal untuk Sortir dan Lipat Kertas Surat Suara 

Haji Uma menambahkan bahwa bimtek seyogianya dapat dilaksanakan di tingkat kecamatan atau kabupaten/kota dengan mengundang trainer sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Karena outputnya tidak dipengaruhi lokasi kegiatan dan jauh lebih efisien secara anggaran. Sehingga penggunaan dana desa tidak untuk bimtek sesuai kebutuhan.

“Seyogianya bimtek dapat dilakukan di kecamatan atau kabupaten/kota dengan mengundang trainer sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Ini jauh lebih efisien secara anggaran dari pada bimtek diluar daerah dengan mengundang aparatur desa. Banyangkan, jika satu desa mengeluarkan 50 juta untuk bimtek diluar daerah, dengan 6.516 desa di Aceh maka akan menguras dana desa sebesar Rp. 3.25.800.000.000”, kata Haji Uma.

Baca Juga  Bimtek di 25 Desa Se-Kecamatan Idi Tunong  Dianggap Pemborosan Anggaran dan Tidak Tepat Sasaran

Oleh sebab itu, Haji Uma meminta peran pemerintah daerah dan institusi penegak hukum untuk mencegah dan memproteksi penggunaan dana desa untuk bimtek secara tidak efektif dan efisien sehingga dana desa tidak terkuras serta dapat dipertanggungjawabkan.

Haji Uma juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan mengusulkan kepada pimpinan Komite IV DPD RI untuk menjadwalkan agenda rapat kerja dengan kementerian terkait serta BPKP guna membahas masalah pengelolaan dana desa, khususnya terkait pelaksanaan bimtek aparatur diluar daerah.

“Dalam upaya menindaklanjuti masalah bimtek aparatur desa saat ini, dalam waktu dekat kita akan mengusulkan jadwal agenda rapat kerja dengan kementerian terkait dan BPKP untuk membahas tata kelola dana desa, khususnya menyangkut pelaksanaan bimtek aparatur diluar daerah”, tutup Haji Uma.

Sumber : duniapotret.com

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kg Ganja di Depok, Satu Tersangka Diamankan

BERITA

Program Broh Jeut Keu Peng Resmi Berjalan, Pemkot Lhokseumawe Operasikan Mesin Pengolahan Sampah

BERITA

Ketum AWDI Serahkan Mandat Pembentukan DPW AWDI Provinsi Bali pada Momentum HPN 2026

BERITA

Aliansi Pemuda dan Pers Soroti Penanganan Pascabanjir di Pidie Jaya

ACEH

Medco EP Malaka Beri Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur

BERITA

Wakapolres Metro Tangerang Kota Hadiri Peringatan HPN 2026 Bersama Insan Pers

ACEH

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Peresmian Huntara dan Penyerahan Dana Tunggu Hunian

ACEH

Guru PAUD Peunaron Aceh Timur Tingkatkan Kompetensi dengan Deep Learning