Home / BERITA / SOSIAL

Kamis, 2 April 2026 - 23:05 WIB

Warga Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang di Jembatan Paya Dua, Cegah Korban Berjatuhan

Warga Sedang Menimbun Lubang di Jembatan Paya Dua, Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara. Dok Dedi Iswanto

MEDIALITERASI.ID | BANDAR BARO – Warga Dusun Paya Dua, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, bergotong royong menambal jalan berlubang di Jembatan Paya Dua, ruas Jalan PT KKA–Bener Meriah Kilometer 5, menyusul serangkaian kecelakaan pasca Idulfitri.

Perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan tanah urug hasil urunan warga. Material dimasukkan ke dalam karung, kemudian ditimbun ke lubang di badan jembatan guna menekan risiko kecelakaan.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Bunjamin (45), kecelakaan beruntun yang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau hari kelima Idulfitri mengakibatkan seorang warga asal Bireuen meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan.

Baca Juga  Petani Aceh Timur Soroti Program PSR: Pertanyakan Transparansi RAB dan Pengelolaan Dana Hibah Rp60 Juta/Hektare

Selain itu, sejumlah warga dari Bener Meriah, termasuk dari Desa Ulee Nyeue serta seorang warga Dusun Paya Dua, mengalami luka berat dan ringan setelah terperosok ke dalam lubang jalan.

Warga lainnya, Nazhari (50), menilai kerusakan jalan menuju desanya di kawasan Jamuan, khususnya lubang di badan jembatan akibat erosi, menjadi penyebab utama kecelakaan. Ia menyebut kerusakan tersebut telah terjadi pascabanjir pada akhir Desember 2025 dan hingga kini belum mendapat penanganan.

“Sudah lama rusak sejak banjir akhir tahun lalu, tapi belum juga diperbaiki,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kecamatan Banda Baro segera mengambil langkah konkret sebelum kembali menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Gelar Upacara dan Syukuran Kenaikan Pangkat

Warga juga meminta pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi rawan sebagai langkah antisipasi.

Kapolsubsektor Banda Baro, Sofyan, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melaporkan kerusakan jembatan tersebut melalui pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga Dinas Perhubungan Provinsi. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Sampai sekarang belum ada penanganan, padahal laporan sudah berulang kali kami sampaikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku menutup lubang di jembatan tersebut secara manual demi keselamatan pengguna jalan. (DDI)

 

Share :

Baca Juga

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Timbun 1.200 Meter Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M

ACEH

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah