
MEDIALITERASI.ID | BANDAR BARO – Warga Dusun Paya Dua, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, bergotong royong menambal jalan berlubang di Jembatan Paya Dua, ruas Jalan PT KKA–Bener Meriah Kilometer 5, menyusul serangkaian kecelakaan pasca Idulfitri.
Perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan tanah urug hasil urunan warga. Material dimasukkan ke dalam karung, kemudian ditimbun ke lubang di badan jembatan guna menekan risiko kecelakaan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Bunjamin (45), kecelakaan beruntun yang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau hari kelima Idulfitri mengakibatkan seorang warga asal Bireuen meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan.
Selain itu, sejumlah warga dari Bener Meriah, termasuk dari Desa Ulee Nyeue serta seorang warga Dusun Paya Dua, mengalami luka berat dan ringan setelah terperosok ke dalam lubang jalan.
Warga lainnya, Nazhari (50), menilai kerusakan jalan menuju desanya di kawasan Jamuan, khususnya lubang di badan jembatan akibat erosi, menjadi penyebab utama kecelakaan. Ia menyebut kerusakan tersebut telah terjadi pascabanjir pada akhir Desember 2025 dan hingga kini belum mendapat penanganan.
“Sudah lama rusak sejak banjir akhir tahun lalu, tapi belum juga diperbaiki,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kecamatan Banda Baro segera mengambil langkah konkret sebelum kembali menimbulkan korban jiwa.
Warga juga meminta pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi rawan sebagai langkah antisipasi.
Kapolsubsektor Banda Baro, Sofyan, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melaporkan kerusakan jembatan tersebut melalui pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga Dinas Perhubungan Provinsi. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Sampai sekarang belum ada penanganan, padahal laporan sudah berulang kali kami sampaikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku menutup lubang di jembatan tersebut secara manual demi keselamatan pengguna jalan. (DDI)







