MEDIALITERASI.ID | PUNCAK – Tiga warga Orang Asli Papua (OAP), terdiri atas satu perempuan dewasa dan dua anak-anak, dilaporkan menjadi korban penembakan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (15/4/2026).
Informasi awal diterima dari warga Kampung Tirineri, Distrik Yambi. Kepala suku setempat, Dianus Enumbi, menemukan para korban dalam kondisi terluka di sebuah honai milik Gerson Telenggeng. Berdasarkan keterangan awal, penembakan diduga dilakukan oleh kelompok OPM Lekagak Telenggeng.
Dianus kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat TNI setempat untuk mendapatkan penanganan segera. “Beberapa warga dari Sinak mengalami luka akibat tembakan dan saat ini berada di Kampung Tirineri. Kami berharap mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Mulia,” ujar Dianus.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Pengamanan Satgas TNI Kewilayahan bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, tenaga kesehatan dari Yonif 743/PSY langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Dua anak dilaporkan mengalami luka ringan, sementara kondisi korban lainnya masih dalam penanganan.
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan tokoh adat setempat. Ambulans dari PMI juga dikerahkan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kampung, tokoh adat, PMI, serta Kodim 1714/Puncak Jaya guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
“Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan dan penanganan para korban,” ujarnya.
Hingga kini, aparat TNI masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari korban dan warga sekitar guna mengungkap pelaku penembakan. Situasi keamanan di wilayah tersebut juga terus dipantau.
Masyarakat berharap para korban segera pulih dan kondisi keamanan di Distrik Sinak kembali kondusif. (Pen Koops TNI Habema)







