MEDIALITERASI.ID | KALTIM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kawasan peribadatan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Selasa, 30 Desember 2025. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan IKN mencerminkan keberagaman Indonesia serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kesetaraan antarumat beragama.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres mengunjungi Basilika dan Plaza Kerukunan yang menjadi bagian dari kawasan peribadatan IKN. Kawasan ini dirancang terintegrasi dengan ruang terbuka publik dan akan dilengkapi berbagai rumah ibadah lainnya, termasuk pura, serta monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia.
Berdasarkan laporan pelaksana proyek, hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan fisik basilika telah mencapai 93,3 persen. Pemerintah menargetkan kawasan peribadatan tersebut menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang inklusif di ibu kota negara yang baru.
Selain meninjau kawasan peribadatan, Wapres Gibran juga melakukan peninjauan pembangunan Masjid Negara IKN pada Rabu, 31 Desember 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengapresiasi progres pembangunan Masjid Negara IKN yang telah mencapai 98,4 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Salat IdulFitri 2026.
Sejalan dengan upaya memperkuat prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam pembangunan nasional, Wapres Gibran Rakabuming juga mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan kunjungan lapangan ke Ibu Kota Nusantara. Inisiatif ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar proses pembangunan IKN berjalan terbuka, akuntabel, serta melibatkan generasi muda sebagai bagian dari pengawasan publik.
Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai progres pembangunan, arah pengembangan, serta tantangan yang dihadapi dalam membangun pusat pemerintahan baru. Pemerintah berharap keterlibatan generasi muda dapat mendorong tumbuhnya rasa kepemilikan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pembangunan IKN. (EQ)







