Home / BUDAYA

Senin, 20 November 2023 - 07:05 WIB

UNGKAPAN HATI TERAKHIR BUAT IBU SEBELUM KE LIANG LAHAT

Medialiterasi - 1

Medialiterasi - 1

“Bu…Tanpamu, aku (tidak) baik-baik saja.”

“Ibu tahu, aku kangen sama Ibu. Kapan datang lagi ke mimpiku?, Aku ingin cerita banyak kepadamu”,

“Aku Sayang Ibu. Baik-baik di sana, tunggu aku. Untaian doa yang aku kirim akan menemani Ibu”,

“Bu, aku cuma mau bilang terima kasih atas pengorbananmu, kasih sayangmu, dan pernah merawatku hingga embusan napas terakhirmu”,

“Sekarang aku sadar, dunia terasa hampa dan sepi semenjak ibu pergi ke surga Allah. Ibu pasti bahagia di sana karena tidak ada yang menyakiti Ibu lagi”,

“Bu, semoga malam ini kau kembali datang ke mimpiku lalu aku dapat mendengar suaramu kembali”,

“Terkadang ingin kembali ke masa sebelum ibu meninggal, di mana semua tidak sehancur saat ini”,

Baca Juga  Fattah Fikkri: Mari Bentuk Qanun Terkait Muatan Lokal

“Setiap Hari Raya tiba, yang kusiapkan bukanlah pakaian atau makanan terbaik. Tapi bagaimana sikap terbaik menerima bahwa kali ini hari raya tidak bersama Ibu”,

“Mah, aku kangen. Semoga kita dapat bertemu di surga-Nya. Terima kasih atas bimbingan dan kesabaranmu”,

“Ketika ibu meninggal kita menangis sepuasnya, dan jika tangisan sudah berlalu akan digantikan rasa sedih. Ketika sedih berlalu, digantikan rasa rindu. Di sanalah kita sadar bahwa sangat sakit merindukan orang yang telah tiada”,

“Ma, ingatanku tentangmu adalah harta yang akan selalu kusimpan dalam hatiku hingga akhir masa”,

“Ibu, kau telah memberikanku cinta yang tidak akan bisa digantikan dengan siapapun di dunia ini”,

“Mom, kau akan selalu menjadi orang yang dicintai, tidak akan pernah dilupakan, dan selalu dirindukan olehku”,

Baca Juga  Mencari Jejak Bang Pitung dan Hari Kebangkitan Nasional Bersama Dewan Adat Bamus Betawi

“Ibu, aku sudah tidak lagi mendengar suaramu selama bertahun-tahun, tapi mengapa hatiku masih tetap terus berbicara setiap hari denganmu??”,

“Ibu, setiap kali aku merindukanmu, aku selalu memikirkan semua kenangan yang kita buat bersama”,

“Waktu memang berlalu, tapi satu pun hari di mana aku tidak mengenang ibu dalam hidupku”,

Dan….

“UNTUK IBUKU TERSAYANG YANG SUDAH BAHAGIA DI SURGA, TERIMA KASIH TELAH MENJADI IBUKU. IBU SELALU ADA DI HATIKU SAMPAI KAPAN PUN”.

Tambahkan: Segenap TIM REDAKSI MENGUCAPKAN TURUT BELASUNGKAWA Kepada:
Alm. Rosita Damaris Br. Tobing / Ibunda Tercinta dari Bung Joe Sidjabat (Koordinator Liputan Nasional)

Medan, 20 November 2023
Ditulis Oleh : BUNG JOE SIDJABAT
(Koordinator Liputan Nasional) (RI-1)

Share :

Baca Juga

ACEH

Ketika Telunjuk Berbicara: Etika Menunjuk dalam Budaya Aceh
Sambangi Sanger Day Fest 2026, Direktur Kemenbud Soroti Sinergi Tradisi dan Seni Modern

ACEH

Didukung Dana Indonesiana, Sanger Day Fest 2026 Perkuat Komunitas Kreatif Banda Aceh

ACEH

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

ACEH

Pimred Tribunpasee: Jadikan Milad Samudra Pasai ke-800 untuk Perkuat Jati Diri dan Syariat

BERANDA

Perceraian Tak Cukup Putus Nikah, Hak Nafkah hingga Harta Bersama Rawan Terabaikan di Mahkamah Syar’iyah

ACEH

Hardikda 2026 Di Aceh Timur Khidmat  Bupati Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

BERANDA

Sekretariat Kabinet Unggah Video 500 Ribu Warga Sambut HUT RI, Tuai Kritik di Tengah Demo ‘Prabowo Bedebah’ dan Bencana NTT

ACEH

Satu Ekosistem Budaya Urban, Sanger Day Fest 2026 Padukan Kopi, Kuliner, dan Hip-Hop