Home / BUDAYA

Sabtu, 17 Mei 2025 - 12:38 WIB

Tari Poh Kipah: Harmoni Gerak, Cermin Nilai Kehidupan

Oleh: Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd.
Akademisi, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa

Dalam era digital yang serba cepat, tidak sedikit yang memandang kesenian—termasuk tarian—hanya sebatas hiburan semata. Ia tampil sebagai pelengkap suasana dalam perayaan, festival, hingga seremoni keagamaan. Padahal, di balik gerak-geriknya, tarian tradisional mengandung nilai-nilai luhur yang sarat makna dan sangat relevan untuk membangun karakter dan peradaban.

Salah satu tarian yang memadukan estetika dengan pesan moral dan spiritual adalah Tari Poh Kipah dari Aceh. Tarian ini bukan hanya indah ditonton, tetapi juga menghadirkan narasi tentang harmoni, dinamika hidup, energi kolektif, hingga keshalihan.

Warisan Budaya yang Sarat Makna

Tari Poh Kipah diciptakan oleh seniman Aceh, almarhum Yusrizal, pada tahun 1959. Nama “Poh Kipah” berasal dari kata poh (memukul) dan kipah (kipas), karena inti gerakannya adalah memukul kipas yang terbuat dari tiga hingga empat lapis pelepah pinang, secara ritmis dan bersamaan.

Biasanya ditampilkan oleh 14 penari perempuan yang duduk berbanjar, Poh Kipah bukan hanya menjadi bagian dari hiburan rakyat, tetapi juga mengiringi acara keagamaan seperti Maulid Nabi, Sunat Rasul, dan Pekan Kebudayaan Aceh. Tarian ini diiringi syair Islami yang penuh makna.
Sepenggal syairnya menyapa penonton dengan kesantunan:

Baca Juga  Zakat Padi Gampong Baro Julok Turun ke 3,1 Ton Imbas Banjir, 146 Fakir Miskin Terima Bantuan

Salamualaikum warahmatullah
Ibu Goen Ayah Lon Pemulia
Ni bak uronyo kamo pesembah
Tari Poh Kipah budaya bangsa
Ya Huallah Huallah e ha…

Setiap gerak dalam Poh Kipah sarat simbolik. Ritmenya mengalun dari lembut ke cepat, lalu kembali berhenti secara serentak. Semua itu menandakan bahwa tarian ini bukan hanya soal teknik, tapi juga latihan kekompakan, kedisiplinan, dan penghayatan nilai-nilai hidup.

Nilai-Nilai Luhur dalam Gerakan

Beberapa nilai utama yang dapat dipetik dari Tari Poh Kipah antara lain: Harmoni dan Kekompakan Gerakan yang serempak dan ritmis menunjukkan pentingnya kerja sama dan keselarasan antarindividu dalam kehidupan sosial.

Dinamika Hidup

Level gerakan dari rendah ke tinggi menyimbolkan bahwa hidup itu dinamis. Kita perlu siap berubah, beradaptasi, dan terus bergerak menuju kebaikan.

Energi dan Semangat Juang
Perubahan tempo yang semakin cepat menggambarkan semangat kolektif. Ini adalah ajaran bahwa kekuatan bersama bisa menciptakan perubahan besar.

Keshalihan Syair-syair bernuansa Islami mengajak penonton untuk mengingat Tuhan, menjaga hubungan antar manusia, dan menjadi pribadi yang baik secara individu maupun sosial.

Baca Juga  Bupati Al-Farlaky dan Rombongan Takziah ke Dayah Abiya Blang Mideun Julok

Relevansi di Era Digital

Di era masyarakat 5.0 yang dikuasai oleh gawai dan algoritma, manusia semakin rentan kehilangan arah, identitas, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai seperti kebersamaan, kesabaran, dan spiritualitas kian memudar.

Tari Poh Kipah hadir sebagai pengingat, bahwa dari budaya lokal pun kita bisa menimba nilai global. Dalam masyarakat yang terfragmentasi, tarian ini menanamkan kesadaran akan pentingnya persatuan, disiplin, dan kekuatan spiritual. Jika para penari bisa bergerak serempak dengan kipas di tangan, mengapa masyarakat tidak bisa bersinergi dalam tindakan nyata? Jika mereka bisa berhenti bersama dalam irama yang rapi, mengapa kita sulit untuk sejenak merenung dan bersatu dalam satu tujuan?
Menjaga Warisan, Menyalakan Peradaban

Melestarikan Tari Poh Kipah bukan hanya menjaga tarian sebagai artefak budaya. Ia adalah proses merawat nilai-nilai luhur yang membentuk kepribadian, solidaritas, dan spiritualitas masyarakat. Nilai-nilai yang mampu menjawab tantangan modernitas dan menyatukan generasi yang tercerai-berai oleh layar dan likes.

Aceh patut bangga memiliki warisan seperti Poh Kipah. Dan dunia patut mengenalnya lebih dekat—bukan hanya sebagai pertunjukan eksotik, tetapi sebagai cermin kehidupan yang penuh hikmah.

Share :

Baca Juga

ACEH

‘Satu Lentera Padam’, Bupati Al-Farlaky: Kepergian Abiya Kehilangan Cahaya bagi Umat

ACEH

Bupati Al-Farlaky dan Rombongan Takziah ke Dayah Abiya Blang Mideun Julok

ACEH

Deli Serdang Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Pemulihan Aceh Timur Pasca Banjir

ACEH

Bupati Al-Farlaky Luncurkan Aplikasi Si AZIS 

ACEH

Bupati Al- Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik 

BERANDA

Ini Kotor, Ini Sampah!” Ucapan Warek UNY ke Mahasiswa Soal Spanduk MBG Viral, Picu Debat Kebebasan Ekspresi di Kampus

ACEH

Abiya Berpulang, Camat Julok: Kami Merasa Kehilangan

BUDAYA

Bahasa Aceh dalam Krisis Identitas Generasi Z: Inovasi Digital sebagai Strategi Pelestarian Berbasis Kearifan Lokal