Home / BUDAYA / EDUKASI

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:24 WIB

Ketika ‘Panyoet’ Jadi Simbol Cahaya Ilmu di Tanah Samudera Pasai

FEATURE – Kande atau lebih dikenal dengan sebutan Panyoet (lampu tradisional khas Aceh yang terbuat dari kuningan) kini menjadi salah satu koleksi berharga di Museum Islam Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara. Lampu ini pada masanya digunakan sebagai alat penerang ruangan, dengan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.

Keunikan panyoet terletak pada jumlah mata atau sumbu api yang dimiliki. Sebutan panyoet tujuh mata muncul karena lampu tersebut memiliki tujuh sumbu api yang menyala bersamaan. Selain itu, museum juga menyimpan panyoet culot dengan satu sumbu api, serta panyeut lhe mata dengan tiga sumbu api.

Kehadiran panyoet bukan sekadar benda penerang, melainkan menyimpan nilai sejarah dan filosofi tersendiri. Pada masa kerajaan Samudera Pasai, panyoet digunakan dalam berbagai kegiatan penting, termasuk penerangan di meunasah, rumah raja, hingga acara keagamaan.

Baca Juga  Belajar dari Malikussaleh: Mengapa Peradaban Besar Sulit Kita Warisi?

Akademisi dan Konsultan Hukum, Dr. Bukhari, M.H., CM, menilai keberadaan panyoet di museum merupakan simbol penting yang menghubungkan masyarakat Aceh dengan warisan peradaban Islam di Nusantara.

Panyoet tujuh mata bukan sekadar alat penerang, melainkan simbol cahaya ilmu dan agama yang dahulu berkembang di Samudera Pasai. Dengan menyimpan dan merawat peninggalan seperti ini, kita bisa melihat bagaimana Islam hadir dalam keseharian masyarakat Aceh sejak ratusan tahun lalu,” ungkap Dr. Bukhari, Rabu(20/8/2025).

Baca Juga  Tingkatkan Pengelolaan, Museum Tsunami Gelar Benchmarking ke Medan

Ia menambahkan, keberadaan panyoet juga dapat menjadi media edukasi sejarah bagi generasi muda.

Generasi sekarang perlu memahami bahwa benda sederhana seperti panyoet punya makna besar. Ia adalah saksi bagaimana peradaban Islam tumbuh di negeri kita. Karena itu, museum harus terus dilestarikan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan identitas Aceh, pungkasnya.

Dengan nilai historis yang dimilikinya, panyeut di Museum Islam Samudera Pasai menjadi bukti bahwa Aceh bukan hanya kaya akan tradisi, tetapi juga memiliki warisan peradaban yang berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara. (**)

Share :

Baca Juga

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Kitab untuk Dayah di Aceh Timur

BERITA

Bupati Al-Farlaky Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini Dari ILMA 2026, Katagori Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

ACEH

Ny. Erni Handayani Buka FASI ke-VI Idi Rayeuk, 250 Peserta Ikuti Tujuh Cabang Lomba.
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah