
Leri Mayour Enumbi melalui laporan resminya.mengatakan, penembakan terhadap salah satu anggota Kopasus dilakukan berdasarkan hasil penelusuran TPNPB OPM di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
“Barang bukti dari Kopasus itu dia bawa senjata pistol kecil dan satu magazen terisi 12 peluru, kami rampas dan bawa lari ke markas pimpinan Luri Mayour Enumbi pasukan dari Lekaka Telenggen,” kata Komandan operasi, Leri Mayour Enumbi.
Telenggen mengaku, penembakan yang menyebabkan salah satu anggota TNI itu ditembak dari belakang hingga menembus bagian dahi depan itu dibawah komandonya dan Telenggen menegaskan dirinya bertanggungjawab atas penembakan tersebut.
Penembakan terhadap Zainul itu dilakukan oleh Leri Mayour Enumbi selaku Kepala komandan operasi wilayah Yambi,Ilu, Tiginambut, Ilaga, Yambi, Ilu dan Tiginambut. Leri Mayour Enumbi juga menyatakan bertanggungjawab atas penembakkan yang menyebabkan Zainul meninggal dunia.
“Kami juga akan menembak warga sipil Indonesia yang selalu menyamar jadi tukang ojek dan agen atau bandar togel di Puncak Jaya,” tegasnya.
Luri Mayour Enumbi menuturkan dirinya sudah lama menyelidiki Zainul yang menyamar sebagai tukang ojek, Zainul merupakan anggota Kopasus yang sering mengambil data sebagai mata-mata Indonesia.
“Kami akhirnya menembakinya, setelah menembak kami langsung periksa, dia bawa senjata pistol kecil dan magazen terisi 12 peluru,” ujar Luri Mayour Enumbi.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, telah terjadi penembakan terhadap masyarakat sipil atas nama Zainul sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.
Bayu Suseno mengungkapkan, dari hasil penyelidikan awal, diduga pelaku adalah KKB yang terdiri dari dua orang, yaitu KKB Bumi Walo dan KKB Rambo.
“Dapat kami sampaikan bahwa korban mengalami luka tembak pada bagian kepala. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit mulia untuk dilakukan tindakan medis,” ungkap AKBP Dr. Bayu Suseno.
Bayu menambahkan, saat ini Polres Puncak Jaya dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 sedang melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut.(Mogouda Yeimo)







