Home / BERITA

Senin, 27 Februari 2023 - 08:02 WIB

Termakan Isu Hoax Penculikan Anak : 10 Orang Tewas dan 24 Warga Terluka

PAPUA – Termakan isu Hoax penculikan anak, telah mengakibatkan Sebanyak 10 orang tewas dan 24 warga terluka dalam kericuhan yang terjadi di Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis siang (23/2/2023)

Sebelum terjadi kericuhan, bermula ketika warga menghentikan sebuah mobil yang digunakan untuk berjualan. Namun saat itu warga menuduh dua orang yang ada di dalam kendaraan tersebut telah menculik seorang anak

Kapolres Jayawijaya yang mendapat laporan tersebut kemudian tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi.

Lalu, warga sempat mengiyakan ajakan Kapolres untuk menyelesaikan masalah di Kantor Polres Jayawijaya.

Namun, tiba-tiba muncul sekelompok warga yang melakukan provokasi dan melakukan aksi anarkis.

Baca Juga  Sinergi IAIN Langsa-Kemenag Aceh Timur, Dorong SDM Madrasah Lanjut Pascasarjana

Tidak hanya berusaha menyerang dua warga yang dituduh menculik anak, massa juga menyerang aparat keamanan yang ada di lokasi.

Akibatnya aparat terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan massa yang terus bersikap anarkis dan melakukan pembakaran bangunan.

Dalam kericuhan ini, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan sejumlah personel TNI-Polri juga terluka akibat insiden itu.

Ia juga mengirim tim dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menginvestigasi kericuhan tersebut.

“Saya telah menginstruksikan Kabid Propam ke Wamena untuk evaluasi secara menyeluruh pola penanganan. Kami tidak mau masalah ini terulang lagi, ada yang provokasi sehingga terjadi masalah itu akibatnya jatuhnya korban karena hoaks,” ujar Fakhiri di Mimika, Jumat (24/2) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga  Dosen Unimed Dorong PKK Tanjung Rejo Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Bernilai Jual

Fakhiri menduga awalnya terdapat sekelompok orang yang mengambil kesempatan untuk mengganggu situasi keamanan di Jayawijaya.

Namun, ia masih menunggu hasil penyelidikan dari tim investigasi sebelum mengambil kesimpulan.

Oleh karena itu, ia juga memerintah seluruh jajarannya mengungkap kasus tersebut, mulai dari penyebab kericuhan hingga dugaan tokoh intelektual di balik kericuhan itu.

“Saya sudah perintahkan Direskrimum untuk mengambil langkah-langkah terhadap jatuhnya korban, baik dari informasi penculikan anak yang memicu terjadinya kericuhan, kemudian kita juga tangani pembakarannya dan kita juga tangani korban yang meninggal dan luka-luka,” kata Fakhiri.

Reporter : EK | Photo : Net | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara

ACEH

Drama Adu Penalti! Medco E&P Malaka Sikat Editor FC, Jadi Raja Migas Cup 2026

ACEH

JF FC Aceh Utara Juara KPA Cup I Simpang Ulim 2026, Bupati Aceh Timur Serahkan Piala
Menuju PTKIS Unggul, UIA Dorong Dosen Tingkatkan Riset dan Studi Lanjut

BERITA

Akselerasi Standar Mutu, Rektor UIA Imbau Dosen Perkuat Riset dan Pengabdian

ACEH

Pimred Tribunpasee: Jadikan Milad Samudra Pasai ke-800 untuk Perkuat Jati Diri dan Syariat