MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Bustami Hamzah besuk dan tawarkan biaya perawatan Rahilla (13 tahun) korban penyiraman air baterai yang dilakukan oleh ayah tirinya pada Senin Malam 14 Oktober lalu yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Jum’at (19/10/2024)
Kedatangan Bustami Hamzah selaku salah satu kandidat calon Gubernur Aceh dengan no urut satu ke RSU Cut Mutia beserta rombongan untuk membesuk warga Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe sempat menyita perhatian publik. Kedatangan Bustami Hamzah disambut sang ibu Zubaidah, Wanita berusia 41 tahun tampak terharu dibesuk mantan Pj Gubernur Aceh.
Setiba di ruangan perawatan RSU Cut Mutia, Bustami Hamzah atau kerap disapa Om Bus itu terlihat beberapa kali tampak menggelengkan kepalanya. Bustami seolah tak percaya atas kejadian yang menimpa siswi yang masih duduk di kelas 1 SMP 7 Lhokseumawe.
Remaja yang baru berusia 13 tahun dengan wajah menghitam dan kedua tangannya dibalut perban akibat terkena air baterai tersebut terlihat mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah hingga 40 persen, berdasarkan keterangan pihak RSU Cut Mutia, pelupuk mata korban dan sebagian wajahnya harus menjalani operasi plastik.
Zubaidah mengatakan, pihak Rumah Sakit Cut Meutia meminta anaknya dirujuk ke Banda Aceh sejak hari pertama kejadian.
“Seharunya Rahila sudah dirujuk ke rumah sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh, namun dirinya mengaku terkendala biaya dikarenakan pengobatannya tidak ditanggung BPJS”, ujar Zubaidah.
Usai mendengar keluhan yang dihadapi oleh Zubaidah, Bustami Hamzah pun menawarkan menanggung seluruh biaya pengobatan jika Rahila dirujuk ke Banda Aceh, namun Zubaidah mengaku belum bisa mengambil keputusan.
“Ayah kandungnya masih ada dan lebih berhak memutuskan,” tutur Zubaidah kepada Bustami.
Tak lama kemudian, ayah kandung Rahila yang telah bercerai dengan Zubaidah pun tiba di ruang perawatan, hal yang sama juga di utarakan oleh sang ayah dengan alasan dirinya harus bermusyawarah dulu dengan keluarga besarnya ucap kepada Bustami.
Bustami pun tak ingin memaksa dan berpesan, kapan pun keluarga memutuskan setuju Rahila dirujuk ke Banda Aceh, Bustami mengaku siap membantu menanggung seluruh biaya pengobatan Rahila.
“Sedih sekali anak sekecil ini harus merasakan penderitaan seperti itu oleh perbuatan ayah tirinya. Semoga itikad baik kita dapat meringankan beban mereka,” kata Bustami sesaat sebelum meninggalkan RS Cut Meutia, Lhokseumawe.
Menjelang meninggalkan Rumah Sakit Cut Meutia, Bustami terlihat memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan biaya selama pengobatan di rumah sakit. Selain Rahila, kakaknya Alaya Farisa (16 tahun) juga menjadi korban penyiraman air baterai yang dilakukan ayah tiri dan mengalami luka ringan di bagian betis dan lengan. [Putri / Redaksi]







