Home / ACEH / BERANDA / BERITA / HUKUM / KRIMINAL

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:40 WIB

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

MEDIALITERASI.ID | KUTACANE – Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara kembali menambah daftar tersangka korupsi. Dua orang berinisial AR dan AW resmi ditahan Selasa malam 24/6/2026 terkait dugaan korupsi proyek Jembatan Kerangka Baja Lawe Alas–Ngkeran tahun anggaran 2022. Penahanan jadi bukti komitmen aparat menuntaskan korupsi dana Otonomi Khusus.

Penyidik menemukan alat bukti cukup lalu menetapkan keduanya sebagai tersangka. Usai pemeriksaan kesehatan dan konferensi pers di Kantor Kejari Aceh Tenggara, AR dan AW langsung dijebloskan ke Lapas Kelas II B Kutacane selama 20 hari ke depan.

Baca Juga  76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa'adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

Modus dan Peran Tersangka: Menurut penyidik, AR diduga berperan mengatur penggunaan perusahaan CV RL yang memenangkan tender proyek. Sementara AW bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.

Proyek jembatan bernilai kontrak Rp9,9 miliar dari pagu Rp10 miliar itu kini disorot karena kualitas dan realisasinya tak sesuai anggaran. Berdasarkan audit investigatif BPKP Perwakilan Aceh, negara diduga rugi lebih dari Rp2,6 miliar.

Komitmen Anti Korupsi Ditegaskan: Ini bukan penahanan pertama. Sebelumnya dua tersangka lain termasuk Pejabat Pembuat Komitmen sudah diproses hingga berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga  Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, 5 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Kejari Aceh Tenggara menegaskan tidak akan berhenti di dua nama ini. “Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini guna memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas penyidik.

Penahanan AR dan AW jadi sinyal keras: dana Otsus yang seharusnya untuk infrastruktur dan kesejahteraan warga tidak boleh diselewengkan. Penegakan hukum diharapkan memberi efek jera dan memulihkan kepercayaan publik pada pengelolaan anggaran daerah. (AYD)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA
Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah