MEDIALITERASI.ID | ACEH – Saat ini literasi di Indonesia sangat memprihatinkan. Hal ini menjadi salah satu keresahan bagi banyak pegiat dan pemerhati Literasi. Salah satunya adalah Taman Baca Masyarakat KAHFIS Aceh.
TBM KAHFIS Aceh menginisiasi sebuah program Jelajah Literasi yang telah dimulai sejak tahun 2022 hingga saat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat, keterampilan, berpikir kritis dan lainnya.
Kali ini program Jelajah Literasi TBM KAHFIS dilaksanakan di Meulaboh dan Abdya yang berlangsung selama 5 hari dari tanggal 12 hingga 16 Oktober 2024.
Program ini mencakup beberapa kegiatan seperti berkisah Maulid Nabi Muhammad SAW, Workshop mendongeng, KAHFIS Saweu Sikula (KSS), Pelatihan penggerak, dan Pelatihan membaca nyaring.
Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc yang dikenal dengan panggilan Bunda Dayah, selaku pembina yayasan KAHFIS Aceh langsung ikut melaksanakan program tersebut. Selain itu turut serta juga Maulisa Darliani, M.Sos selaku ketua TBM KAHFIS Aceh.
Antusias masyarakat di Blang pidie Aceh Barat Daya dan Meulaboh Aceh Barat untuk mengikuti program ini luar biasa. Mereka sangat senang dan terkesan oleh seluruh rangkaian kegiatan Jelajah Literasi tersebut.
Pelaksana kegiatan Penggerak Literasi di Aceh Barat Daya adalah Taman Baca Masyarakat Sigupai Membaco yang dipimpin oleh Nita Juniarty. Harapannya agar para pegiat literasi mendapat motivasi dan semangat untuk melaksanakan dukungan literasi di Blang Pidie.
Para pegiat literasi yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, orangtua dan lansia diajak untuk praktek langsung metode bercerita dan membaca nyaring. Penampilannya sangat berpotensi dikembangkan di taman baca dan rumah mereka masing-masing.
Kegiatan selanjutnya Berkisah di Sekolah Alam Abdya. Bunda Icha, Ketua Yayasan SABIYA (Sekolah Alam Abdya) mengatakan bahwa siswa-siswi yang sebagian besar anak usia dini dan sekolah dasar jarang sekali bisa duduk rapi. Namun berbeda dengan saat Bunda Dayah berkisah, mereka sangat menikmati dan menyimak kisah yang dituturkan. Pesan kebaikan dapat tersampaikan dengan baik pada para siswa dengan pendekatan yang menyenangkan.
M.Lidan, S.PdI selaku kepala sekokah MIN 16 Meulaboh menyatakan hal yang senada. Lebih dari 400 ratusan siswanya sangat tertarik dengan metode bercerita Bunda Dayah dengan tema mencintai buku.
Kegiatan ini sangat didukung penuh oleh Plt. Kepala Dispusip Aceh Barat, Amiruddin, S.Ag didampingi oleh Kabid Perpustakaan Cut Nila Vaulina, SE. Dalam sambutannya di ruang kerjanya, Amiruddin, S.Ag mengajak para pegiat literasi aceh barat agar kreatif dalam menyusun program literasi yang bertujuan untuk menggali minat baca, meningkatkan literasi masyarakat. Hal ini merupakan transformasi perpustakaan untuk kesejahteraan masyarakat.







