Home / BERITA

Senin, 22 Mei 2023 - 09:46 WIB

Suadi Yahya Diborgol Setelah Menjadi Tersangka Atas Dugaan Kasus Korupsi Pada Pengelolaan PT Rumah Sakit Arun Tahun 2016 – 2022

LHOKSEUMAWE – Kejari Lhokseumawe kembali mengeluarkan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Suadi Yahya, mantan Walikota Lhokseumawe Periode 2012 s.d 2017 & periode 2017 s.d 2023 dalam kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi tentang adanya dugaan Penyalahgunaan Kewenangan dan Penyalahgunaan Keuangan pada pengelolaan PT. RS Arun Lhokseumawe Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2022.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Suadi terlebih dahulu datang ke kantor Kejari Lhokseumawe untuk memenuhi panggilan penyidik guna diminta keterangan sebagai saksi dalam perkara tersebut. namun setelah dilakukan pemeriksaan saksi, pukul 12.30 WIB pihak Kejari Lhokseumawe mengeluarkan Penetapan Tersangka dan Surat Perintah Penahanan terhadap mantan Walikota Lhokseumawe Periode 2012 s.d 2017 & periode 2017 s.d 2023 yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe tertanggal 22 Mei 2023.

Selanjutnya, mantan walikota lhokseumawe akan dibawa ke lapas kelas IIA Lhokseumwe untuk dititipkan selama proses penyidikan berjalan.

Terlihat tim Kejari Lhokseumawe membawa Suaidi Yahya yang sudah dipakaikan baju rompi merah dan tangannya diborgol turun dari lantai dua Kantor Kejari Lhokseumawe menuju mobil tahanan yang terparkir dihalaman sekira pukul 14.13 WIB.

Sebelumnya Mantan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mankir dari panggilan Kejari Lhokseumawe dikarenakan pada saat surat panggilan untuk diperiksa sebagai saksi dirinya sudah berada di Aceh Selatan.

Baca Juga  Polda Aceh Tingkatkan Patroli Udara Cegah Penanaman dan Panen Ganja

“Selasa kemarin tidak datang karena surat panggilan mungkin dikirim siang atau sore, saya enggak tahu kapan, karena yang terima istri saya. Rupanya istri saya itu lupa memberi tahu kepada saya bahwa ada surat panggilan. Pas hari Selasa (16/05/2023), saya sudah berada di Labuhan Haji, di Dayah Darussalam”, ujar Suaidi.

“Dari Aceh Selatan ke Lhokseumawe membutuhkan waktu 12 jam,” tambahnya.

Suadi menambahkan, dirinya sempat di SMS oleh istrinya pada hari selasa, dirinya pun langsung menelpon istrinya dan membicarakan terkait surat panggilan, sehingga dirinya pun mengaku tidak bisa memenuhi panggilan Kejari tersebut dikarenakan dirinya sudah berada di Aceh Selatan di Dayah Darussalam Labuhan Haji menghadiri acara Haul Abuya Muda Waly Al-Khalidy.

“Saya dulu ngaji di (Dayah) Darussalam”, ucapnya Suadi.

Suadi juga menyampaikan, setelah kembali ke Lhokseumawe pada Rabu (17/5), Suaidi menyampaikan siap memenuhi panggilan pihak kejaksaan.

“Datang orang saya ke kejaksaan, saya minta hari Jumat (19/05), untuk (diperiksa) menjadi saksi,” tuturnya.

Lebih lanjut Suaidi mengatakan, pihak Kejari Lhokseumawe menyampaikan bahwa akan diagendakan pemeriksaan pada Senin (22/05), dan ia sudah menerima surat panggilan tersebut. Suadipun mengatakan akan memenuhi panggilan tersebut jika tidak berhalanagan. Ia juga menyerahkan proses hukum kasus PT. Rumah Sakit Arun 2016-2022 kepada pihak penegak hukum dan dirinya mengaku tidak mengetahui persis kenapa dirinya dipanggil sebagai saksi oleh penyidik. Suaidi pun tidak memberikan komentar lainnya terkait kasus tersebut.

Baca Juga  PERWOSI Aceh Tunjuk Erni Handayani T. Zainal Sebagai Plt Ketua Aceh Timur, Target Muscab 3 Bulan

“Kita serahkan kepada pihak hukum,” ucapnya

Terdengar awak media menanyakan kepada mantan wali kota lhokseumawe, “apakah ada yang ingin disampaikan”, Suaidi Yahya menjawab singkat, “Enggak ada yang disampaikan”. mantan wali kota lhokseumawe itupun kemudian dimasukkan oleh tim jaksa ke dalam mobil tahanan.

Berdasarkan amatan medialiterasi.id, Suaidi diboyong oleh tim Kejari Lhokseumawe dengan pengawalan aparat keamanan, untuk  diamankan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhoksukon, Aceh Utara.

Kejari Lhokseumawe, Lalu Syaifudin, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Therry Gutama, S.H., M.H., membenarkan penyidik menetapkan Suaidi Yahya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT Rumah Skait Arun, Senin, sekiar pukul 13.30 WIB.

“Ditahan di Lapas Lhoksukon. Pertimbangannya antara lain agar tidak menghilangkan barang bukti, tidak mempengaruhi saksi-saksi,” ujar Therry sekitar pukul 14.50 WIB, Senin (22/05). [enda]

Share :

Baca Juga

Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

Ekonomi

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB