Oleh :
T.M. Jamil
Associate Profesor
Social Scientiest
Universitas Syiah Kuala,
Banda Aceh
MELALUI kata mutiara santri, kita bisa belajar toleransi dan gotong-royong, datang dengan perbedaan prinsip, etnis, dan daerah bukanlah alasan untuk mereka bermusuhan satu sama lain. Justru dari sinilah, mereka bisa memahami sepenuhnya keindahan dan keberagamaan latar belakang sesamanya.
Sadar sebagai generasi muda yang dilimpahi amanah untuk memimpin bangsa, santri umumnya lebih cekatan menanggapi problematika perpaduan dengan aqidah dan akhlak mulia yang dimilikinya.
Mereka adalah pribadi mandiri yang dilatih piawai merampungkan tanggung jawabnya. Tingkah laku mereka juga diatur sedemikian rupa agar tidak melenceng dari norma, Masya Allah.
MUTIARA KATA : Jika kita boleh memilih 5 hal di dunia ini, maka pilihlah agama, harta, akhlak mulia, rasa malu dan pemurah. Pesan lukmanul hakim kepada anaknya. Bila ingin mendapat sesuatu, belajarlah dengan memberi, bila ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu kepada orang lain. Hal yang sama akan engkau rasakan juga jika engkau berbuat baik.
Segera laksanakan rencana keberhasilan mu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggumu. Cinta harus berasal dari hati dan oleh karena itu maka jika tidak dari hati, jangan pernah berucap bahwa kamu untuk mencintainya…
Jangan pernah kamu menyakiti sahabatmu sendiri, karena sahabat adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia tidak ingin kamu sendirian dalam menjalani hidup. Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina, orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.
SAAT ITU – BERBEKAL NIAT LURUS DAN SUCI, Setelah Kucium Punggung Tanganmu, Ayah dan Ummi, Ku Langkahkan Kakiku untuk Memasuki Gerbang Pesantren, Do’akanlah Agar Aku Selalu Rajin, Ulet Dan Tangguh Dalam Menghadapi Kehidupan Di Pesantren, Sebagai Bekal Kelak Hidup Di Masa Depan. Semoga Dapat Memperkuat Jiwa Religius Keislaman Sekaligus Jiwa Nasionalisme Kebangsaan. Begitulah Ucapan Yang Keluar Dari Mulut Mungil Ini Saat Aku Masuk Pesantren Di masa Lalu.
Santri Adalah Generasi Penerus Bangsa Yang Tidak Hanya Agamis, Tetapi juga Intelek. Bangsa Yang Besar Di Belakangnya Ada Santri Yang Selalu Berdo’a Dan Berusaha Untuk Kemajuan Meraih Martabat. Biarkan Langkah Kaki Menapaki Jejak Para Ustaz Dan Alim Ulama Negeri Ini, Dengan Menjadi Santri. Tak Banyak Yang Ku Cita-citakan, Selain Meneladani Rasulullah, berbakti kepada-Nya Dan Mengabdi Pada Negeri Ini. Sejuta Benang Terpisah Dari Orang Tua. Hidup Di Pondok Pesantren, Takzim Di Hadapan Ustaz Untuk Menempuh Ilmu Demi Masa Depan Dunia Dan Akhirat. Menjadi Santri, Upaya Memperbaiki Diri Dan Bangsa Ini.
Berbekal Do’a Restu Ayah dan Ummi, Yang Mengantar Menemui Ustaz, Aku yakinkan Diri Untuk Menjadi Santri yang baik. Selamat Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2023, Semoga santriwan dan santriwati menjadi generasi masa depan yang hebat. Semoga Semangat Perjuangan Pendahulu Kita Untuk Merebut Kemerdekaan, Senantiasa Tetap Tumbuh Dan Berkembang Di Setiap Jiwa Dan Hati Sanubari Santri Generasi Muda Islam Yang Istiqamah. Amiin Yaa Rabbal Alamin.
(Salam Takzim, TM@Mantan Santri dan Alumni Salah Satu Pondok Pesantren, Sagoe Timur Aceh, Tahun 1980-an).







