Home / ACEH / BERANDA / BERITA / HUKUM

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:52 WIB

Pengadaan Komputer TKA/ANBK Aceh: Nilai Kontrak Hampir Mentok Pagu

Medialiterasi.id | Banda Aceh – Pengadaan komputer untuk Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (TKA/ANBK) 2026 di Dinas Pendidikan Aceh memunculkan pola yang dinilai janggal. Nilai kontrak hampir seluruh paket menempel di pagu awal dan proyek tampak terbagi ke sejumlah vendor tertentu di beberapa kabupaten.

Berdasarkan penelusuran dokumen E-Katalog 6.0 yang dibandingkan dengan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, sedikitnya 24 paket pengadaan komputer untuk SMA negeri di Aceh telah diproses. Total nilai kontraknya mencapai sekitar Rp10,52 miliar.

Jika digabung dengan paket meubelair komputer yang sudah terdaftar di SIRUP, total komitmen anggaran sarana TKA/ANBK di sektor pendidikan Aceh tahun ini melebihi Rp14 miliar.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Timur Kumpulkan 88 Kantong Darah untuk PMI

Kontrak Hampir Tidak Turun dari Pagu

Hampir seluruh paket kontrak hanya turun beberapa ratus ribu rupiah dari pagu. Di atas kertas ada penghematan, namun selisihnya dinilai terlalu tipis untuk disebut hasil negosiasi yang kompetitif.

Contohnya, paket di SMAN 1 Peunaron dipagu Rp350 juta dan berkontrak Rp349,68 juta. SMAN 1 Tanah Jambo Aye dipagu Rp525 juta, kontrak Rp524,84 juta. Sementara SMAN 1 Bireuen dipagu Rp525 juta, kontraknya Rp524,61 juta. Pola serupa berulang di sekolah sasaran di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, hingga Aceh Tamiang.

Pembagian Wilayah Dinilai Terpola

Pembagian proyek juga menimbulkan pertanyaan. Di Kabupaten Bireuen, paket jatuh ke PT Faras Sinergi Nusantara. Di Aceh Timur, dominasi berada pada PT Elife Digital Ecosystem. Hampir seluruh proyek di Aceh Tamiang dikerjakan PT Hallo Indonesia Teknologi. Sedangkan Aceh Utara dikuasai PT Bhakti Selaras Indonesia.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Blacklist Pasangan Alumni LPDP, Wajib Kembalikan Dana Beasiswa Plus Bunga

Dari rekap transaksi, PT Bhakti Selaras Indonesia mengantongi nilai kontrak terbesar, sekitar Rp3,5 miliar.

Pola ini memunculkan pertanyaan publik: apakah vendor menang murni karena penawaran terbaik, atau sudah ada segmentasi pasar dalam pengadaan sekolah negeri di Aceh?

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait pola pengadaan tersebut. Data yang digunakan bersumber dari dokumen terbuka E-Katalog 6.0 dan SIRUP LKPP per 20 Mei 2026. (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina