Home / ACEH / BERANDA / BERITA / HUKUM

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:52 WIB

Pengadaan Komputer TKA/ANBK Aceh: Nilai Kontrak Hampir Mentok Pagu

Medialiterasi.id | Banda Aceh – Pengadaan komputer untuk Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (TKA/ANBK) 2026 di Dinas Pendidikan Aceh memunculkan pola yang dinilai janggal. Nilai kontrak hampir seluruh paket menempel di pagu awal dan proyek tampak terbagi ke sejumlah vendor tertentu di beberapa kabupaten.

Berdasarkan penelusuran dokumen E-Katalog 6.0 yang dibandingkan dengan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, sedikitnya 24 paket pengadaan komputer untuk SMA negeri di Aceh telah diproses. Total nilai kontraknya mencapai sekitar Rp10,52 miliar.

Jika digabung dengan paket meubelair komputer yang sudah terdaftar di SIRUP, total komitmen anggaran sarana TKA/ANBK di sektor pendidikan Aceh tahun ini melebihi Rp14 miliar.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi Pertandingan Judo Kapolri Cup 2024

Kontrak Hampir Tidak Turun dari Pagu

Hampir seluruh paket kontrak hanya turun beberapa ratus ribu rupiah dari pagu. Di atas kertas ada penghematan, namun selisihnya dinilai terlalu tipis untuk disebut hasil negosiasi yang kompetitif.

Contohnya, paket di SMAN 1 Peunaron dipagu Rp350 juta dan berkontrak Rp349,68 juta. SMAN 1 Tanah Jambo Aye dipagu Rp525 juta, kontrak Rp524,84 juta. Sementara SMAN 1 Bireuen dipagu Rp525 juta, kontraknya Rp524,61 juta. Pola serupa berulang di sekolah sasaran di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, hingga Aceh Tamiang.

Pembagian Wilayah Dinilai Terpola

Pembagian proyek juga menimbulkan pertanyaan. Di Kabupaten Bireuen, paket jatuh ke PT Faras Sinergi Nusantara. Di Aceh Timur, dominasi berada pada PT Elife Digital Ecosystem. Hampir seluruh proyek di Aceh Tamiang dikerjakan PT Hallo Indonesia Teknologi. Sedangkan Aceh Utara dikuasai PT Bhakti Selaras Indonesia.

Baca Juga  Anak Asal Takengon Tertahan di Pelabuhan Belawan, Keluarga Diminta Segera Menghubungi Petugas

Dari rekap transaksi, PT Bhakti Selaras Indonesia mengantongi nilai kontrak terbesar, sekitar Rp3,5 miliar.

Pola ini memunculkan pertanyaan publik: apakah vendor menang murni karena penawaran terbaik, atau sudah ada segmentasi pasar dalam pengadaan sekolah negeri di Aceh?

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait pola pengadaan tersebut. Data yang digunakan bersumber dari dokumen terbuka E-Katalog 6.0 dan SIRUP LKPP per 20 Mei 2026. (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

BREAKING NEWS

Tolak Damai Meski Diancam, Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan Seksual Tempuh Jalur Hukum

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT