Home / BERITA

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:12 WIB

Pemda Diminta Perkuat Pendanaan Alternatif untuk Kemandirian Fiskal

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan kreativitas dalam mencari sumber pendanaan alternatif guna memperkuat kemandirian fiskal.

Hal ini disampaikan saat mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (25/8). Rapat yang diikuti gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia secara daring itu membahas pengawasan Kemendagri terhadap kemandirian fiskal daerah.

Bima Arya menegaskan, meskipun otonomi daerah telah berjalan 29 tahun, sebagian besar daerah masih bergantung pada transfer pusat. Dari 38 provinsi, hanya 11 memiliki kapasitas fiskal kuat. Di tingkat kabupaten, hanya 4 dari 415 kabupaten masuk kategori fiskal kuat, sedangkan di tingkat kota hanya 11 dari 93 kota.

Baca Juga  Pj Bupati Aceh Timur Launching Kampung Moderasi Beragama

“Daerah sebenarnya bisa mencari pendanaan alternatif, misalnya melalui KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), obligasi atau sukuk daerah, hibah internasional, crowdfunding, CSR, filantropi, hingga pemanfaatan aset daerah,” ujar Bima.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil mengakses pendanaan non-APBD, seperti Semarang yang membangun sistem air minum melalui KPBU, Madiun yang melaksanakan program penerangan jalan senilai Rp100 miliar, dan Samarinda yang membangun rumah sakit dengan dana Rp1,1 triliun. Kota Bogor juga memanfaatkan crowdfunding untuk membangun museum tanpa APBD.

Baca Juga  Al Jazeera: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Tinggal Tunggu Tanda Tangan

Selain inovasi pembiayaan, Bima menilai optimalisasi aset daerah menjadi kunci peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Banyak aset belum dikelola maksimal karena pencatatan lemah atau status kepemilikan belum jelas. Kemendagri akan mendorong inventarisasi aset dan kerja sama pemanfaatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.

“Surat edaran akan diterbitkan untuk menginstruksikan daerah menginventarisasi aset yang bisa dikerjasamakan melalui Kopdes,” tegasnya.

Bima juga menekankan perlunya reformasi birokrasi fiskal, transformasi layanan pajak daerah, integrasi sistem keuangan daerah, dan peningkatan kapasitas SDM. Kemendagri siap mendampingi Pemda dengan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). (H. Ranto)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gas Poll! Veda Ega Tahan di 5 Besar, Persaingan Moto3 2026 Makin Panas Usai Mugello

BERANDA

Start ke-13 Finis ke-8: Comeback Veda Ega di Mugello Buktikan Mental Juara Moto3

BERANDA

Viral Foto Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara Berhaji Sederhana, Netizen Sebut “Pemimpin Panutan”

ACEH

Bupati ALFARLAKY: Adat Bukan Pajangan, Tapi Kekuatan Pembangunan Daerah

ACEH

Izin Tambang Beutong Ateuh Banggalang Dikecam: “Jangan Ada Pesta Babi Jilid 2 di Aceh”

BERANDA

SPORT – Veda Ega Start ke-13 di Moto3 Italia 2026, Target Tembus 8 Besar di Mugello

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi

BERANDA

Kapal Penyelundup 390 Ton Minerba Radioaktif Ditangkap di Batam, Negara Rugi Triliunan