![]()
SUMENEP — Sejumlah aktivis GPDS (Gerakan Pemuda Desa Sumenep) menggelar audiensi di kantor Diskoperindag Sumenep, dengan membawa persoalan mangkraknya sejumlah pasar di kabupaten Sumenep yakni termasuk pasar pakandangan, pasar Anom, pasar batuan, pasar kangayan.
Ketua GPDS menyampaikan beberapa temuannya mengenai persoalan yang terjadi di empat pasar tersebut yang sampai hari ini tidak beroperasi. Karena menurut pihaknya hal ini menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat kabupaten Sumenep khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Dengan beberapa data yang telah kami kantongi bahwa dari survei sampai pembangunan pasar ini sudah terkesan tidak serius sehingga menyebabkan sejumlah pasar tersebut mangkrak bertahun-tahun, padahal anggaran yang digelontorkan cukup besar hingga Milyaran rupiah” Tegas Ketua GPDS yang sering disapa Cak Eros itu
Sementara itu, Diskoperindag menanggapi pertanyaan dari ketua GPDS tersebut. Pertama, persoalan yang di pasar Anom di daerah blok A itu sudah bukan kewenangan kami, itu adalah kewenangan BPRS karena yang membangun gedungnya adalah BPRS. Ungkapnya
Lebih lanjut mengenai persoalan yang di pasar batuan pihak Diskoperindag mengaku tidak mengetahui mengenai pembangunan Pasar di Kecamatan Batuan itu
“Kami tidak mengetahui detail terkait pasar batuan yang itu” ungkap Kadis Diskoperindag, Chainur Rasyid saat menemui Audiensi.
Pihaknya juga menambahkan mengenai pasar kangayan itu sudah tahap proses untuk di teruskan karena kita sudah turun ke kangayan untuk melanjutkan pembangunan pasar agar bisa beroperasi.
Lebih lanjut, Ketua GPDS Fairuz Abadi Menegaskan bahwa pihak GPDS tidak mau tau persoalan anggaran itu urusan pemerintah daerah kabupaten.
Yang penting kami akan tunggu progresnya 1 bulan kedepan karena persoalan ini sudah bertahun-tahun.
Ini bicara keberlangsungan kehidupan masyarakat dan tingkat perekonomian masyarakat secara menyeluruh, “tegasnya. (Man/mif)







