MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Forum Komunikasi Mahasiswa Pasee Aceh (FKM Pasee Aceh) menyoroti lambannya pengoperasian Bendung Irigasi Krueng Pase yang hingga kini belum berfungsi optimal, meski proyek rehabilitasi telah berjalan sejak 2021.
Sekretaris Jenderal FKM Pasee Aceh, Maulana Fikri Saputra, menilai keterlambatan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk kelalaian dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya petani.
“Ini bukan soal proyek selesai atau belum. Ini soal tanggung jawab. Ketika uang rakyat sudah dipakai, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat, maka hal itu harus menjadi perhatian serius,” kata Maulana.
Menurut dia, para petani di sejumlah wilayah sentra pangan seperti Matangkuli, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, hingga Tanah Luas sangat bergantung pada pasokan air dari bendung tersebut.
“Petani hari ini tidak butuh janji. Mereka butuh kepastian air untuk mengairi sawah,” ujarnya.
Ia juga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terbuka kepada publik mengenai kendala yang menyebabkan bendung belum dapat difungsikan.
FKM Pasee Aceh meminta pemerintah menyampaikan perkembangan proyek secara transparan, termasuk target waktu operasional yang jelas dan terukur.
“Jangan biarkan Bendung Krueng Pase menjadi simbol lambannya birokrasi. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.
Bendung Krueng Pase diketahui jebol akibat banjir pada akhir 2020. Proyek rehabilitasi kemudian dimulai pada Oktober 2021 oleh PT Rudi Jaya Jatim dengan nilai kontrak sekitar Rp44,8 miliar. Namun, pekerjaan tersebut tidak rampung hingga kontraknya diputus pada 2023.
Selanjutnya, proyek dilanjutkan oleh PT Casanova Makmur Perkasa dengan nilai kontrak sekitar Rp22,8 miliar untuk periode pekerjaan 2024–2025.
Pemerintah dan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I sebelumnya telah beberapa kali meninjau lokasi serta menyampaikan target penyelesaian. Pada Agustus 2025, bendung ditargetkan mulai berfungsi pada awal 2026. Terbaru, pada Februari 2026, Bupati Aceh Utara kembali meninjau lokasi dan menyebut bendung ditargetkan segera beroperasi setelah IdulFitri.
Namun, hingga kini bendung tersebut belum juga berfungsi penuh, sehingga pasokan air untuk lahan pertanian masih belum optimal. (Muntazar)







