Home / BERITA / SOSIAL

Sabtu, 11 April 2026 - 13:55 WIB

Mahasiswa Soroti Lambannya Operasional Bendung Krueng Pase, Desak Pemerintah Transparan

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Forum Komunikasi Mahasiswa Pasee Aceh (FKM Pasee Aceh) menyoroti lambannya pengoperasian Bendung Irigasi Krueng Pase yang hingga kini belum berfungsi optimal, meski proyek rehabilitasi telah berjalan sejak 2021.

Sekretaris Jenderal FKM Pasee Aceh, Maulana Fikri Saputra, menilai keterlambatan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk kelalaian dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya petani.

“Ini bukan soal proyek selesai atau belum. Ini soal tanggung jawab. Ketika uang rakyat sudah dipakai, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat, maka hal itu harus menjadi perhatian serius,” kata Maulana.

Menurut dia, para petani di sejumlah wilayah sentra pangan seperti Matangkuli, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, hingga Tanah Luas sangat bergantung pada pasokan air dari bendung tersebut.

Baca Juga  Kurang Dari 24 Jam, Polres Aceh Timur Ungkap Pelaku Penyelundupan Manusia

“Petani hari ini tidak butuh janji. Mereka butuh kepastian air untuk mengairi sawah,” ujarnya.

Ia juga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terbuka kepada publik mengenai kendala yang menyebabkan bendung belum dapat difungsikan.

FKM Pasee Aceh meminta pemerintah menyampaikan perkembangan proyek secara transparan, termasuk target waktu operasional yang jelas dan terukur.

“Jangan biarkan Bendung Krueng Pase menjadi simbol lambannya birokrasi. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Bendung Krueng Pase diketahui jebol akibat banjir pada akhir 2020. Proyek rehabilitasi kemudian dimulai pada Oktober 2021 oleh PT Rudi Jaya Jatim dengan nilai kontrak sekitar Rp44,8 miliar. Namun, pekerjaan tersebut tidak rampung hingga kontraknya diputus pada 2023.

Baca Juga  Emsen 6 Fest Jadi Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bakat Siswa di Aceh Utara

Selanjutnya, proyek dilanjutkan oleh PT Casanova Makmur Perkasa dengan nilai kontrak sekitar Rp22,8 miliar untuk periode pekerjaan 2024–2025.

Pemerintah dan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I sebelumnya telah beberapa kali meninjau lokasi serta menyampaikan target penyelesaian. Pada Agustus 2025, bendung ditargetkan mulai berfungsi pada awal 2026. Terbaru, pada Februari 2026, Bupati Aceh Utara kembali meninjau lokasi dan menyebut bendung ditargetkan segera beroperasi setelah IdulFitri.

Namun, hingga kini bendung tersebut belum juga berfungsi penuh, sehingga pasokan air untuk lahan pertanian masih belum optimal. (Muntazar)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dugaan Pungli Bantuan Modal Usaha, Baitul Mal Aceh Turun Tangan

ACEH

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Rapat Kerja Pejabat Fungsional Pengadaan

BERITA

Ratusan Petani Laoli Bertahan di Lahan, Tolak Rencana Pengosongan Pemkab Luwu Timur

BERANDA

Tegaskan Standar Keamanan Pangan, BGN Tutup Permanen 833 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

ACEH

Dituding Dalangi Serangan ke Bupati, Dun Belanda Akui Fitnah dan Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

ACEH

118 Anak Ikuti Khitan Massal Baitul Mal Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Ke Depan Digelar 3 Titik Wilayah

ACEH

Percepat Huntap Korban Banjir, Bupati Al-Farlaky Targetkan Pembebasan Lahan 6 Hektare di Serba Jadi Segera Tuntas