Launching buku sejarah Polda Aceh di BSI Landmark Banda Aceh. Aceh Timur jadikan keamanan fondasi tarik investasi & pariwisata
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky hadir langsung saat Polda Aceh meluncurkan buku “Polda Aceh Meutuah – Sabe Ta Jaga Aceh Mulia” di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu 3/6/2026 pukul 09.00 WIB.
Acara dihadiri Forkopimda, kepala daerah se-Aceh, TNI-Polri, akademisi, dan tokoh masyarakat. Launching ini menjadi momentum merekam perjalanan panjang Polda Aceh dalam menjaga keamanan Tanah Rencong.
Dukung dokumentasi sejarah & kolaborasi
Kehadiran Alfarlaky disebut sebagai wujud dukungan Pemkab Aceh Timur terhadap dokumentasi dedikasi Polda Aceh. Bagi Aceh Timur, sinergi dengan aparat keamanan adalah kunci menjaga stabilitas agar pembangunan berjalan.
“Buku Polda Aceh Meutuah bukan hanya dokumentasi sejarah institusi kepolisian. Ini sumber inspirasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keamanan, persatuan, dan kemajuan daerah,” kata Alfarlaky.
Dengan tema “Sabe Ta Jaga Aceh Mulia”, buku menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak. Alfarlaky menilai keamanan dan ketertiban adalah fondasi utama pembangunan.
“Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama mendukung pembangunan daerah. Sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar Aceh Timur berkembang jadi daerah yang aman, nyaman, maju, sejahtera,” ujarnya.
Aceh Timur komitmen jadi penyangga ekonomi
Sebagai daerah penyangga ekonomi dan pintu masuk timur Aceh, Alfarlaky menegaskan Aceh Timur terus mendukung program strategis Polda Aceh. Tujuannya jelas: jaga stabilitas, tarik investasi, dorong pariwisata, dan naikkan ekonomi masyarakat.
Peluncuran buku juga jadi ruang mempererat hubungan Pemkab Aceh Timur dengan Polda Aceh menghadapi tantangan ke depan. Semangat kebersamaan dalam buku “Meutuah” diharapkan jadi energi positif mewujudkan Aceh maju, damai, bermartabat.
“Melalui semangat ‘Sabe Ta Jaga Aceh Mulia’, seluruh elemen bangsa diajak terus menjaga persatuan, kedamaian, dan kemajuan Aceh sebagai daerah religius, berbudaya, dengan potensi besar pariwisata dan ekonomi,” tutup Bupati Alfarlaky.
Pemkab berharap kehadiran kepala daerah di acara ini memperkuat hubungan harmonis Aceh Timur-Polda Aceh. Iklim kondusif terjaga, pembangunan daerah melaju demi kesejahteraan warga. (AYD)







