MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa Universitas Iskandar Muda (UNIDA), Rifqi Maulana, mendesak Pemerintah Pusat segera menetapkan bencana banjir di Aceh sebagai Bencana Nasional. Ia menilai hingga kini respons negara belum sebanding dengan dampak kerusakan yang dialami masyarakat.
Menurut Rifqi, kondisi di lapangan menunjukkan dampak bencana yang luas, tidak hanya pada kerusakan fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Sejumlah infrastruktur publik dilaporkan rusak, aktivitas pendidikan terganggu, mata pencaharian warga terhenti, serta ribuan masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami melihat pemulihan berjalan lambat karena belum adanya penetapan status Bencana Nasional. Ini berdampak pada keterbatasan anggaran dan lambannya penanganan pascabencana,” ujar Rifqi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).
Ia menyatakan mahasiswa akan menyuarakan aspirasi secara terbuka apabila Pemerintah Pusat tidak segera mengambil langkah strategis. Menurutnya, penyampaian pendapat di ruang publik merupakan bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kondisi rakyat. Aspirasi ini akan kami sampaikan melalui mekanisme yang terorganisir dan damai,” katanya.
Rifqi menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan ditujukan untuk menciptakan ketegangan, melainkan agar negara hadir secara nyata dalam percepatan pemulihan Aceh pascabencana.
“Yang kami tuntut adalah kehadiran negara dan keadilan bagi masyarakat terdampak,” tambahnya. (Muntazar)







