Home / BERITA

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:42 WIB

Kekeringan Ancam Gagal Panen, Petani Nurussalam Harap Uluran Tangan Pemerintah

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Para petani di Kecamatan Nurussalam dan Darul Falah, Kabupaten Aceh Timur, kini tengah dilanda keresahan mendalam akibat kekeringan yang melanda areal persawahan mereka. Sawah yang selama ini menjadi tumpuan hidup berubah menjadi lahan retak dan kering karena tidak adanya pasokan air yang memadai.

Sebagian besar wilayah persawahan di kecamatan tersebut merupakan sawah tadah hujan. Artinya, petani sepenuhnya mengandalkan air hujan dalam proses bercocok tanam. Minimnya curah hujan dalam sebulan terakhir memperparah kondisi, meskipun sesekali turun gerimis dan hujan ringan, namun tidak cukup untuk membasahi tanah secara merata.

Beberapa daerah yang terdampak parah antara lain Ulee Ateung, Blang Bugeng, Asan Tanjong, dan sekitarnya. Tanaman padi yang saat ini berada dalam masa vegetatif—menjelang pembungaan—mengalami kekeringan parah. Daunnya menguning, tanah pun merekah akibat kekurangan air.

“Kami sudah pupuk dan semprot hama, tapi karena tidak ada air, tanaman tetap layu. Harapan kami pada hujan. Kalau tidak turun juga, bisa gagal semua,” ungkap Sipa, petani asal Baroh Bugeng. Pernyataan ini turut dibenarkan oleh Ahmat, warga Gampong Keude Bagok Dua, Kecamatan Nurussalam.

Baca Juga  PJ. Bupati Amrullah Tinjau Pelayanan RSUD Zubir Mahmud

Meski ada beberapa saluran irigasi kecil dan rawa yang biasa menjadi sumber air, saat ini semuanya dalam kondisi kering. Debit air tidak mencukupi untuk dialirkan ke sawah. Akibatnya, petani tidak bisa mengairi lahan secara maksimal.

“Walau ada saluran, airnya tidak ada. Sawah kami hanya bergantung pada hujan,” tambah Ahmat sembari menunjukkan kondisi padinya yang mulai meranggas.

Kerugian yang diderita petani tidak hanya dalam bentuk materi. Modal tanam seperti biaya bajak sawah, pembelian pupuk, racun hama, hingga ongkos kerja sudah dikeluarkan. Namun, dengan kondisi cuaca yang kering dan tidak adanya irigasi, panen terancam gagal total.

“Kalau gagal panen, bukan hanya rugi uang. Ini soal hidup kami sehari-hari,” ungkap seorang petani lainnya.

Terkait kondisi ini, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Nurussalam, Muhammad, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur dan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Timur asal Nurussalam, Azhar, mengatakan bahwa pihaknya sedang membahas pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait percepatan pembangunan irigasi di wilayah Aceh Timur, khususnya bagian kanan.

Baca Juga  DILAN (Didi & Dahlan) Pimpin PII Kota Lhokseumawe

“Kami mendorong agar persoalan kekeringan ini segera ditindaklanjuti melalui pembentukan Pansus. Pembangunan irigasi menjadi solusi jangka panjang,” ujar Azhar dalam sebuah diskusi di grup WhatsApp Kecamatan Nurussalam.

Beberapa tokoh masyarakat turut menyuarakan keprihatinan dan menawarkan solusi. Ketua PWI Aceh Timur, Ilyas Ismail; tokoh masyarakat Isra; dan aktivis media Ishak mengusulkan pengaktifan kembali bendungan Paya Enjee seluas 10 hektar sebagai salah satu alternatif penyediaan air bagi petani.

Ishak juga menyampaikan pentingnya pembangunan bendungan dan sistem irigasi terpadu sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan pertanian di wilayah tersebut.

Di tengah krisis ini, para petani berharap perhatian serius dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Mereka menginginkan solusi nyata seperti pembangunan sumur bor, bendungan, atau irigasi teknis, agar aktivitas bertani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan.

“Kami tidak butuh belas kasihan, kami butuh kebijakan nyata. Air adalah kebutuhan utama kami agar bisa terus bertani,” pungkas salah seorang petani. (Tarmizi PWDPI Aceh)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Kepri Kembali Gerebek Kampung Aceh, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan

BERITA

Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir