Home / OPINI

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:48 WIB

Joget di Gedung Terhormat, Rakyat Menangis di Kolong Jembatan

Foto : Ilustrasi Artificial Intelligence

Oleh :  Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd [Akademisi, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa]

Ironi negeri ini seolah tak pernah habis. Baru saja guru dan pendidik dituding sebagai “beban negara”, kini publik dikejutkan oleh kabar kenaikan gaji DPR/MPR yang dirayakan dengan tawa dan joget di gedung terhormat—gedung yang berdiri megah dari pajak rakyat kecil yang setiap hari berjuang membeli beras.

Pertanyaannya sederhana: di mana hati nurani wakil rakyat? Bagaimana mungkin rakyat diminta berhemat di tengah harga sembako yang meroket, sementara wakilnya berpesta dengan fasilitas negara? Ketidakadilan ini semakin terasa ketika tenaga pendidik, yang menjadi garda terdepan mencerdaskan bangsa, justru diperlakukan seolah beban keuangan negara.

Baca Juga  JOKOWI'S IDOL ATAU JOKOWI'S DOLL ?

Kita masih ingat ucapan Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang menyebut kenaikan gaji PNS dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Ironis, pernyataan itu datang dari kursi empuk seorang pejabat. Bukankah rakyat sudah lama cemburu melihat gaya hidup mewah para wakilnya? Cemburu karena mereka joget, rakyat menangis. Cemburu karena mereka pesta, rakyat puasa.

Wahai para wakil rakyat, sadarlah. Kursi empuk, ruang ber-AC, dan fasilitas mewah bukan sekadar hak, tetapi amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan rakyat, tetapi juga di hadapan Tuhan. Pernahkah kalian melihat wajah anak yatim piatu yang tak tahu kemana mengadu? Pernahkah kalian membayangkan perut kosong rakyat kecil yang hanya bisa menatap harga beras tanpa mampu membeli?

Baca Juga  Saatnya Sang Aktivis Reborn ke Kancah Politik

Jika terus begini, sejarah tidak akan mencatat kalian sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai pengkhianat rakyat. Sudah saatnya DPR/MPR menunjukkan empati nyata: hentikan euforia, prioritaskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, dan jadilah teladan moral, bukan sumber kemarahan publik.

Lhokseumawe, Sabtu 23 Agustus 2025

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW

OPINI

Pergantian Menkeu Tanpa Penjelasan

OPINI

Mengembalikan Kedigdayaan Samudera Pasai Melalui Pengembangan Ekonomi Maritim 

EDUKASI

Jangan Langsung Mengajar: Mengapa Lima Menit Pertama Menentukan Semangat Belajar Siswa

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan