Home / BERITA / POLITIK

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:23 WIB

Iran Mainkan Catur 4 Dimensi, Trump Tertinggal Jauh

MEDIALITERASI.ID |TAHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas, dengan strategi Teheran dinilai semakin kompleks dan sulit diprediksi, sementara Presiden AS Donald Trump disebut mulai kehilangan kendali atas eskalasi konflik.

Iran tidak hanya merespons tekanan militer secara langsung, tetapi juga menggeser medan konflik ke titik strategis global, terutama di Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Teheran bahkan mengancam akan menutup total jalur tersebut jika diserang. Dewan Pertahanan Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan langkah strategis, termasuk penebaran ranjau laut dan penghentian total lalu lintas maritim di kawasan Teluk.

Baca Juga  Mahasiswa PMM 2 Nikmati Tarik Pukat Bersama Nelayan di Laut Ujong Blang

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi “catur 4 dimensi”, yakni pendekatan multi-level yang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga tekanan ekonomi dan geopolitik secara bersamaan.

Di sisi lain, Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum keras agar Iran membuka Selat Hormuz, bahkan mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran. Namun, belakangan ia justru memperpanjang tenggat waktu dan mengklaim adanya pembicaraan yang “produktif”, meski dibantah oleh pihak Iran.

Situasi ini memunculkan anggapan bahwa Washington salah membaca respons Iran. Alih-alih melemah, Teheran justru memperluas tekanan dengan menyerang target sekutu AS dan mengancam stabilitas energi global.

Baca Juga  Kajati Aceh Lakukan Monitoring Aplikasi “Jaga Desa” untuk Awasi Dana Desa

Amerika Serikat sendiri telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan, termasuk pengerahan ribuan marinir, sebagai persiapan menghadapi kemungkinan konflik terbuka di Selat Hormuz.

Pengamat menilai, perbedaan pendekatan kedua negara menjadi kunci. Jika Washington masih mengandalkan tekanan langsung, Iran justru memainkan strategi berlapis menggabungkan militer, ekonomi, dan psikologis yang membuat konflik semakin sulit dikendalikan.

Akibatnya, konflik tidak hanya berpotensi meluas di Timur Tengah, tetapi juga mengguncang ekonomi global, terutama sektor energi yang sangat bergantung pada stabilitas kawasan Teluk. (EQ)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati