![]()
JAMBI – Kumbang tanduk adalah jenis kumbang yang tersebar luas di Asia Tenggara. Serangga bertanduk tersebut merupakan hama kelapa sawit di Provinsi Jambi karena populasinya yang besar. Namun, bagi sebagian orang, kumbang diminati sebagai aksesoris atau peliharaan di luar negeri, seperti di Korea Selatan dan Taiwan.
Karantina Pertanian Jambi melakukan pemeriksaan terhadap 4,5 kg kumbang tanduk yang akan diekspor ke Korea Selatan dan Taiwan, Selasa (14/02/2023.
Kumbang sudah dalam keadaan mati dan diawetkan serta terbungkus rapi dalam kemasan.
Tri Rizka Abdila, Dokter Hewan Karantina yang bertugas melakukan pemeriksaan fisik, kesesuaian jumlah, dan juga jenis dari kumbang.
“Dari hasil pemeriksaan kumbang dalam kondisi yang baik dan terkemas dengan rapi dan lengkap. Sertifikat dapat diterbitkan,” ujar Tri Rizka.
Kepala Karantina Pertanian Jambi, N. Prayatno Ginting secara terpisah mengatakan bahwa pemanfaatan hama menjadi peluang ekspor tersebut merupakan hal yang sangat baik.
“Selain menguntungkan bagi petani sawit karena membasmi hama dari kebunnya, namun juga dapat bernilai nilai ekonomi bagi pengusaha kumbang,” ujar Ginting.
Reporter : EK | Photo : Ist | Editor : Endang







