![]()
MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, GBK Jakarta, Jumat (28/11). Presiden menegaskan bahwa anak-anak di daerah terpencil tidak boleh lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk pergi ke sekolah, dan meminta Polri, TNI, serta mahasiswa teknik sipil terlibat langsung dalam pembangunan jembatan di wilayah terisolasi.
Sebagai respons atas arahan tersebut, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan di bawah pimpinan KBP M. Ridwan, S.I.K., mengerahkan satu SST personel dengan kemampuan Vertical Rescue dan Light Field Engineering (LFE) untuk membantu pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Soppeng.
Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan tiga desa, yakni Desa Watu, Desa Mariritenggae, dan Desa Marioriaja di Kecamatan Marioriwawo, yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. Selama bertahun-tahun masyarakat hanya mengandalkan ban dalam mobil dan rakit sebagai sarana penyeberangan, termasuk bagi para pelajar.
Warga sebenarnya telah berupaya melakukan penggalangan dana secara mandiri, namun keterbatasan kemampuan teknis membuat pembangunan jembatan tidak kunjung terlaksana. Kehadiran Satbrimob menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut sekaligus representasi nyata peran negara di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan sepanjang 20 meter tersebut telah mencapai 15 persen dan dikerjakan secara gotong royong bersama warga. Polri berharap pembangunan dapat berjalan lancar sehingga akses pendidikan dan mobilitas warga meningkat sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas.
Dalam pelaksanaannya, Satbrimob Polda Sulsel menurunkan 15 personel dipimpin Ipda Taufik (Wadanki 3 Batalyon C Pelopor). Mereka dilengkapi kendaraan taktis SAR, perlengkapan konstruksi dasar, mesin las, tenda lapangan, helm dan rompi SAR, tali, meja lapangan, filbead, serta logistik pendukung lainnya.
Operasi dimulai pada 29 November 2025 di Mako Batalyon C Pelopor Bone dengan pengecekan perlengkapan pada pukul 22.43 WITA, dilanjutkan apel pemberangkatan pukul 22.46 WITA, dan keberangkatan menuju Desa Watu pada pukul 22.53 WITA.
Polri menegaskan bahwa penugasan ini bukan sekadar tindak lanjut administratif, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui gerak cepat Brimob di lapangan, Polri memastikan komitmen untuk hadir dan bekerja demi keselamatan rakyat, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda di pelosok negeri. (H.R)







